Hagia Sophia

23 April 2026

ABG Tawuran di Jakpus Alami Kebutaan Akibat Air Keras

Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom

Korban penyiraman air keras berinisial MR (16) mengalami kebutaan. Insiden ini terjadi saat kelompok korban dan pelaku janjian untuk perang sarung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (26/2) di Johar Baru, Jakarta Pusat. Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan dua orang pelaku yang melakukan penyiraman air keras tersebut.

"Antara kelompok korban bernama Bocipan dengan kelompok anak pelaku bernama Wardul via instagram melakukan janjian untuk perang sarung," kata Kasat PPA-PPO Polres Jakpus, Kompol Rita Oktavia kepada wartawan, Senin (20/4/2026).

Salah satu pelaku saat itu membawa cairan air keras yang dimasukkan ke dalam gayung. Saat tawuran berlangsung, pelaku menyiramkan air keras kepada korban.

"Tanggal 17 Maret 2026 Visum Et Repertum baru jadi dan sudah diambil dari RSUD Tarakan. Kesimpulan ditemukan kecacatan mata kiri dan luka bakar derajat dua akibat siraman dan percikan air kimia dan mengganggu pekerjaan," ujar Kompol Rita.

Mengenal Luka Bakar Kimia

Luka bakar akibat bahan kimia, termasuk yang disebabkan oleh air keras atau asam kuat, dapat menimbulkan kerusakan serius pada jaringan tubuh. Dikutip dari Web MD, luka bakar kimia diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakan pada kulit.

1. Luka bakar derajat satu
Luka bakar ini hanya mengenai lapisan kulit paling luar (epidermis). Area yang terkena biasanya tampak kemerahan dan terasa nyeri, tetapi umumnya tidak menimbulkan kerusakan permanen.

2. Luka bakar derajat dua
Kerusakan sudah mencapai lapisan kulit kedua (dermis). Gejalanya dapat berupa lepuhan (blister), pembengkakan, serta kemungkinan meninggalkan bekas luka.

3. Luka bakar derajat tiga
Pada kondisi ini, kerusakan menembus seluruh lapisan kulit dan dapat merusak jaringan di bawahnya. Area luka bisa terlihat hitam atau putih, dan karena saraf dapat rusak, penderita terkadang tidak merasakan nyeri.

Sebagian besar luka bakar kimia disebabkan oleh asam kuat atau basa kuat. Zat-zat tersebut bisa ditemukan dalam berbagai produk rumah tangga maupun bahan industri.

Beberapa contoh bahan yang berpotensi menyebabkan luka bakar kimia antara lain:
  • Amonia
  • Pemutih (bleach)
  • Campuran beton
  • Pembersih saluran air atau toilet
  • Pembersih logam
  • Klorin untuk kolam renang
  • Produk pemutih gigi
Selain itu, berbagai bahan kimia industri yang digunakan dalam sektor pertanian, manufaktur, konstruksi, hingga laboratorium juga dapat menyebabkan luka bakar serius jika mengenai kulit atau mata.

Gejala Luka Bakar Kimia

Luka bakar akibat paparan kimia harus selalu dianggap sebagai kondisi darurat medis, terutama jika mengenai mata, mulut, atau tenggorokan.

Gejala yang dapat muncul antara lain:
  • Kemerahan, iritasi, atau sensasi terbakar pada area yang terkena
  • Nyeri atau mati rasa pada lokasi kontak
  • Muncul lepuhan atau jaringan kulit mati berwarna hitam
  • Gangguan penglihatan jika bahan kimia masuk ke mata
  • Batuk atau sesak napas
Dalam beberapa kasus, luka bakar kimia bisa terlihat ringan di permukaan, tetapi sebenarnya telah menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih dalam.

Faktor yang Memengaruhi Tingkat Kerusakan

Tingkat keparahan luka bakar kimia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
  • Konsentrasi atau kekuatan bahan kimia
  • Lokasi kontak (kulit, mata, atau selaput lendir)
  • Apakah bahan kimia tertelan atau terhirup
  • Kondisi kulit saat terpapar
  • Jumlah bahan kimia yang mengenai tubuh
  • Lama paparan
  • Mekanisme kerja zat kimia tersebut
Pada kasus yang berat, luka bakar kimia juga dapat menyebabkan gejala sistemik seperti tekanan darah rendah, pusing, sesak napas, kejang, gangguan irama jantung, hingga henti jantung.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sefatal Ini Efek Air Keras, Bikin ABG Tawuran di Jakpus Alami Kebutaan"