Hagia Sophia

20 April 2026

Ratusan Siswa PAUD Hingga SMP di Anambas Diduga Keracunan MBG

Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa di Anambas sebelum diduga menyebabkan keracunan massal. (Foto: dok Dinkes)

Sebanyak 155 siswa dari tingkatan PAUD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (15/4). Begini penampakan menu makanan diduga picu keracunan tersebut yang disiapkan oleh SPPG Air Asuk dan kini masih dalam tahap pemeriksaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menyampaikan bahwa menu yang dikonsumsi siswa terdiri dari beberapa jenis makanan.

"Menu yang disajikan berupa telur sambal kecap, tempe goreng, tumis sayur (sawi, wortel, dan buncis), serta buah apel dan kelengkeng," kata Feri, Kamis (16/4/2026).

Berdasarkan flyer dari SPPG Air Asuk, menu tersebut juga dilengkapi dengan informasi kandungan gizi. Untuk porsi kecil, makanan tersebut memiliki energi 427,6 kkal, protein 17,6 gram, lemak 13,8 gram, karbohidrat 62 gram, dan serat 1,5 gram.

Sementara untuk porsi besar, kandungan gizinya mencapai energi 607,3 kkal, protein 20,6 gram, lemak 14 gram, karbohidrat 101,8 gram, serta serat 1,7 gram.

Meski secara komposisi terlihat memenuhi unsur gizi, Dinas Kesehatan menyebut bahwa penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam penyelidikan.

"Masih dalam pemeriksaan. Untuk pemeriksaan awal kita menggunakan sanitirian kit, namun selanjutnya sampel akan dikirim ke Batam untuk diperiksa lebih lanjut di BPOM atau Labkesmas," ujarnya.

Sebelumnya, ratusan siswa dari tingkat PAUD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi pada Rabu (15/4) dan kini masih dalam penanganan intensif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, mengatakan ratusan korban telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

"Untuk kondisi pagi ini, penanganan masih berlangsung di rumah sakit dan puskesmas," kata Feri, Kamis (16/4/2026).

Ia merinci, di RSUD Palmatak terdapat total 114 pasien yang dirawat sejak kemarin. Dari jumlah tersebut, 110 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 4 orang masih dirawat.

"Sebanyak empat orang siswa masih dalam perawatan medis," ujarnya.

Sementara di Puskesmas Siantan Tengah, total pasien mencapai 41 orang. Sebanyak 26 orang telah dipulangkan, sedangkan 15 lainnya masih menjalani perawatan.

"Untuk yang di puskesmas masih belasan orang yang dirawat, sebagian besar telah kembali ke rumahnya," ujarnya.

Feri menjelaskan, para siswa yang terdampak berasal dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP. Sedangkan sumber makanan MBG yang dikonsumsi berasal dari satu SPPG.

"Bukan dari satu sekolah saja, tapi dari beberapa sekolah berbeda. Makanannya dari satu SPPG," jelasnya.

Selain siswa, sejumlah orang tua murid juga dilaporkan mengalami gejala keracunan. Hal itu terjadi karena mereka turut mengonsumsi makanan jatah anak atau cucunya.

"Ada juga orang tua yang ikut keracunan karena makan jatah anak atau cucunya yang dibawa pulang," ujarnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penampakan Menu MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Siswa di Anambas"