Hagia Sophia

20 April 2026

Pola Makan Seperti Ini Bisa Memicu Hipertensi dan Diabetes

Diabetes mellitus. Foto: iStock

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyoroti pemicu peningkatan kasus gagal ginjal yakni komplikasi Hipertensi dan Diabetes Mellitus. Keduanya termasuk kondisi yang sebenarnya bisa dicegah lewat gaya hidup sehat.

"Concern kita yang utama di diabetes melitus dan hipertensi. Itu yang akan kita kejar dengan pendekatan promotif dan preventif sehingga dalam jangka panjang akan sangat-sangat menurunkan pembiayaan kesehatan," kata Prihati kepada detikcom Rabu (15/4/2026).

Pemerintah pun mulai mengarah ke pendekatan promotif dan preventif, salah satunya lewat Nutri Level pada pangan siap saji, dengan harapan angka kasus dan beban biaya kesehatan bisa ditekan.

Sorotan ini memunculkan pertanyaan. Benarkah hipertensi dan diabetes jadi pelaku utamanya?

Pemicu Gagal Ginjal

Ginjal bekerja tanpa henti menyaring darah setiap hari. Saat ada gangguan yang berlangsung terus-menerus, fungsi ini perlahan menurun tanpa terasa. Prosesnya berjalan pelan, tapi konsisten, sampai akhirnya ginjal tidak lagi mampu bekerja optimal.

Diabetes
Ginjal bekerja tanpa henti menyaring darah, termasuk membuang limbah dan cairan berlebih. Saat kadar gula meningkat, organ ini terdorong bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa lewat urine. Proses ini menarik lebih banyak cairan dari tubuh, sehingga frekuensi buang air kecil meningkat dan rasa haus muncul terus-menerus.

Kondisi ini sering dianggap sepele. Rasa haus dikira karena kurang minum atau cuaca panas. Padahal, ini menjadi sinyal bahwa ginjal sedang bekerja lebih berat dari biasanya.

Dalam jangka panjang, beban ini tidak berhenti di tahap kerja ekstra. Gula darah yang terus tinggi memicu kerusakan dari dalam. Pembuluh darah kecil di ginjal mulai terganggu, disertai peradangan dan stres oksidatif yang perlahan merusak bagian penyaring halusnya.

Akibatnya, protein yang seharusnya tetap berada di dalam darah mulai bocor ke urine. Seiring waktu, kerusakan ini berkembang menjadi jaringan parut yang membuat fungsi ginjal makin menurun.

Temuan dalam jurnal Medicine tahun 2023 menunjukkan bahwa beban filtrasi glukosa yang tinggi dalam waktu lama dapat mengubah struktur dan fungsi ginjal secara bertahap, bahkan dalam Journal of the American Society of Nephrology tahun 2017 struktur dan fungsi ginjal bisa berubah sebelum seseorang didiagnosis Diabetes Mellitus. Jika tidak dikendalikan, proses ini berujung pada penyakit gagal ginjal.

Hipertensi
Ginjal sangat bergantung pada aliran darah yang stabil untuk bisa menyaring dengan baik. Saat tekanan darah terus tinggi, pembuluh darah kecil di ginjal ikut menerima beban yang sama setiap waktu.

Tekanan ini membuat dinding pembuluh darah menebal dan menyempit. Aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke jaringan ginjal jadi terganggu.

Dalam kondisi ini, ginjal tidak hanya bekerja lebih berat, tapi juga mulai kehilangan kemampuannya untuk menyaring darah secara optimal. Zat sisa yang seharusnya dibuang bisa ikut menumpuk di dalam tubuh.

Seiring waktu, tekanan yang terus berlangsung memicu kerusakan permanen pada jaringan ginjal. Fungsi penyaringan menurun secara bertahap, sampai akhirnya tidak lagi mampu bekerja dengan baik.

Studi ilmiah terbaru dalam jurnal Biomedicine tahun 2026 menunjukkan bahwa Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama penurunan fungsi ginjal, terutama saat tidak terkontrol dalam jangka panjang.

Batasi GGL

Masalahnya sering berawal dari hal sederhana, pola makan harian.

Asupan gula, garam, dan lemak kerap berlebihan tanpa terasa, terutama dari makanan dan minuman kemasan atau siap saji yang praktis. Dalam satu hari, jumlahnya bisa dengan cepat melampaui batas anjuran GGL tanpa disadari.

Kehadiran label Nutri Level membantu menyederhanakan hal ini. Informasi kandungan GGL jadi lebih mudah dibaca, sehingga orang bisa langsung punya gambaran sebelum memilih.

Dari sini, perubahan kecil mulai terbentuk. Mengurangi minuman manis, membatasi makanan tinggi garam, atau lebih sadar dengan apa yang dikonsumsi setiap hari.

Saat asupan gula dan garam lebih terjaga, risiko Diabetes Mellitus dan Hipertensi ikut menurun. Beban kerja ginjal pun tidak terus-menerus dipaksa berat, sehingga fungsinya bisa tetap terjaga lebih lama dan kasus gagal ginjal di Indonesia bisa saja menurun.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Biang Kerok Peningkatan Gagal Ginjal di RI, Pola Makan Ini Picu Hipertensi-Diabetes"