Hagia Sophia

18 January 2023

Arah Sambaran Petir dapat Diubah dengan Sinar Laser

Ilmuwan Kendalikan Petir Pakai Sinar Laser. Foto: IFL Science

Penangkal petir Franklin adalah kemajuan ilmiah yang menuai pujian pada masanya. Penemuan ini mencegah terjadinya jutaan kebakaran dan sengatan listrik akibat sambaran petir.

Kini, sudah 270 tahun berlalu sejak penangkal petir Franklin ditemukan dan digunakan. Mungkin sudah saatnya meng-upgrade alias meningkatkan kemampuan teknologi ini.

Itulah yang diusulkan Dr Aurélien Houard dari ENSTA Paris dan rekan penulis dalam makalah terbaru mereka. Houard dan timnya menunjukkan bahwa gelombang laser dapat mengubah arah sambaran petir.

Tim studi ini sebelumnya mendemonstrasikan kapasitas laser untuk mengionisasi udara di laboratorium yang dapat menyebabkan percikan 2 juta volt melompat di sepanjang saluran dengan kepadatan rendah.

Untuk membawa ide mereka ke tahap yang lebih besar, mereka menempatkan mesin laser seukuran mobil di dekat menara di Gunung Säntis, Swiss. Menara ini dipilih karena bertentangan dengan pepatah yang menyebut petir tidak pernah menyambar dua kali di tempat yang sama.

Dikutip dari IFL Science, menara ini disambar petir sekitar 100 kali dalam setahun. Selama badai yang berlangsung selama enam jam, tegangan laser mengendalikan empat arah empat pelepasan petir

Salah satu ledakan terjadi di bawah langit yang relatif cerah, direkam menggunakan dua kamera berkecepatan tinggi. Ini menunjukkan bahwa ia mengikuti jalur sinar laser setidaknya sejauh 50 meter. Semuanya disertai dengan peningkatan semburan sinar-X .

"Meskipun bidang penelitian ini telah sangat aktif selama lebih dari 20 tahun, ini adalah hasil pengujian lapangan pertama yang secara eksperimental menunjukkan petir yang dipandu oleh laser," tulis para penulis.

Dua upaya sebelumnya untuk mencapai tujuan serupa gagal. Para penulis studi kemudian mengaitkan kesuksesan mereka dengan menggunakan tegangan laser yang jauh lebih cepat, diulang dalam skala seribu kali per detik.

Meskipun tampak keren, orang mungkin bertanya apakah teknik ini praktis. Laser seperti ini mungkin akan terlalu mahal untuk dibuat dan dioperasikan. Selain itu, bangunan-bangunan seperti menara telekomunikasi masih berdiri dengan kokoh selama bertahun-tahun berkat keberadaan penangkal petir Franklin yang punya kinerja baik.

Pengendali petir menggunakan laser ini membutuhkan waktu tiga tahun untuk membangun mesin dan tenaganya yang berada dalam kisaran terawat. Itu bukan waktu yang sangat singkat dan setara seluruh konsumsi listrik Eropa. Jadi, apakah penangkal petir sudah perlu di-upgrade.
























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Ilmuwan Kendalikan Petir Pakai Sinar Laser"