Hagia Sophia

23 January 2023

Ini Penyebab Kasus Campak Melonjak Tinggi di Indonesia

Ilustrasi campak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kipgodi)

Saat ini kasus campak dilaporkan meningkat sangat pesat di Indonesia. Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Anggraini Alam, SpA (K) menyoroti penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) di 53 kab/kota dari 12 provinsi. Belakangan, kasusnya menyebar ke 31 provinsi RI.

Kenaikan ini dinilai melonjak lantaran cakupan vaksinasi campak yang cenderung rendah di beberapa provinsi Indonesia, salah satunya Aceh. Lantas, apa yang membuat warga ogah divaksinasi?

Menurut dr Anggraini, alasan orang tidak ingin divaksinasi campak tak melulu berhubungan dengan kehalalan dari vaksin. Melainkan banyak warga yang tak tahu bahwa penyakit tersebut ada, sehingga menimbulkan perspektif untuk tidak perlu divaksin.

"Tampaknya tidak demikian. Kami mendapatkan informasi dari teman-teman, baik itu anggota IDAI cabang Aceh, serta dari Dinas Kesehatan, tidak melulu karena vaksin," ucapnya saat media briefing, Kamis (19/1/2023).

"Kemudian ada juga istilahnya ayahnya itu nggak tahu, jadi 'sudah nggak usah divaksin'. Ayah atau Bapak di Aceh itu sangat berperan untuk pemberian imunisasi," sambungnya lagi.

Dikatakan dr Anggraini, memang sempat terjadi kericuhan akibat kehalalan vaksin pada tahun 2017. Namun, ia menegaskan, MUI sendiri sudah mengeluarkan kehalalan dari vaksin tersebut. Karenanya, dengan adanya KLB campak baru-baru ini tak ada keterkaitan dengan kehalalan vaksin.

"Kemudian betul sekali, terkait kehalalan vaksin waktu itu pada tahun 2017. Sebenarnya sudah ada program eliminasi campak, itu juga atas WHO minta semua eliminasi 2017 di Indonesia melakukan Jawa Bali, sukses. Tapi ternyata, banyak penolakan karena nextnya muncul adanya isu kehalalan vaksin," tuturnya.

"Karena saat ini kita sudah tidak dengar, semua sudah clear terkait dengan vaksin MR yang ada di Indonesia, sehingga diberikan," pungkasnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ternyata Ini Alasan Warga +62 Ogah Vaksin Campak, Biang Kerok Kasus Melonjak Tinggi"