Hagia Sophia

01 February 2023

Ciri-ciri Aritmia pada Anak, Penyebab dan Penanganannya

Ilustrasi aritmia pada anak. Foto: iStock

Aritmia pada anak lebih sulit dikenali daripada orang dewasa. Terbatasnya penjelasan anak mengenai keluhan yang ia miliki, membuat orang tua kerap abai dengan kondisi mematikan tersebut.

Jantung merupakan otot paling aktif yang dimiliki manusia. Ketika tengah berkegiatan fisik, detak jantung anak umumnya akan lebih cepat. Namun apabila kondisi tersebut terjadi secara mendadak, orang tua perlu khawatir dengan kesehatan jantungnya.

"Sebenarnya sedikit susah tahu anak mengalami aritmia atau tidak. Pada orang dewasa saja, keluhan ini harus kita cermati betul apakah orang itu mengalami 'cardiac arrest' karena kadang bisa saja GERD," ungkap dr Sunu Budhi Raharjo, SpJP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Subspesialis Intervensi Elektrofisiologis (konsultan aritmia) saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Senin (30/1/2023).

Ciri-ciri Aritmia pada Anak

Nyatanya memang tidak mudah mengenali ciri-ciri aritmia pada anak. Walaupun beberapa anak mungkin ada yang mau melaporkan kondisinya, tapi sebagian besar memilih untuk membiarkan dan menutupi kondisi yang dirasakan. Itu mengapa perhatian orang tua penting demi mengawasi kondisi anak.

"Ada ibu yang mendeskripsikan anaknya ketika lagi berdebar, area baju disekitar dada bergerak 'dug dug dug' karena denyutnya kencang. Itu bisa jadi cara orang tua melihat anak apakah mengalami gangguan aritmia atau tidak," imbuhnya.

Selain itu, gejala aritmia pada anak bisa meliputi nyeri dada, sesak napas, kecapekan, pusing, sampai-sampai tidak sadarkan diri. Salah satu solusi paling akurat yang bisa dilakukan oleh orang tua secara konsisten adalah mengukur denyut nadi sang anak.

Untuk mengetahuinya, orang tua bisa menggunakan tiga jari (telunjuk, tengah, dan manis) yang diletakkan di pergelangan tangan dan tepat di bawah tonjolan bawah ibu jari. Setelah itu, hitung banyaknya denyut nadi dalam satu menit. Jika lebih atau kurang dari normal, segera konsultasikan ke dokter.

"Nadinya diraba, biasanya nadi anak lebih cepat dari orang dewasa tetapi tidak melebihi 150 x/menit pada saat istirahat. Jadi, lebih cepat dari itu, tidak teratur, atau bahkan lebih lambat dari 60x/menit, nah itu salah ciri yang patut diwaspadai," tuturnya.

Penyebab dan Penanganan Aritmia pada Anak

Prevalensi aritmia pada anak memang tidak sebanyak orang dewasa, namun bukan berarti anak-anak bisa terhindar dari kondisi ini. Meski beberapa kasus aritma pada anak dipengaruhi oleh faktor genetik, kebanyakan kondisi ini terjadi begitu saja tanpa ada gejala awal.

"Ibarat tahi lalat, dari lahir kita punya nggak punya. Pas sudah dewasa baru muncul kondisi itu, begitu pula dengan aritmia," kata dr Sunu.

"Jadi, kalau sudah curiga, tetapi gejala tidak bisa dipastikan tentu kita (tenaga medis) cek. Biasanya, cek menggunakan Automated External Defibrillator (AED) berukuran kecil berupa 'patch' atau perekaman berkelanjutan dari jam tangan pintar yang bisa mendeteksi denyut jantung," tambahnya.

Aritmia pada anak memang langka. Namun, akan lebih baik jika orang tua terlebih dahulu punya informasi terkait hal tersebut agar penanganannya tidak terlambat. Sebab, aritmia merupakan kondisi darurat medis yang bisa menyebabkan henti jantung dalam hitungan menit bahkan detik.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kenali Ciri-ciri Aritmia pada Anak, Bisa Fatal Jika Terlambat Diobati"