Hagia Sophia

12 February 2023

Untuk Cegah Gangguan Fungsi Ginjal, Hindari Sayuran Penyebab Asam Urat Berikut Ini

Waspadai sayuran pemicu asam urat tinggi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Staras)

Diet rendah purin kerap dianjurkan bagi pengidap asam urat tinggi untuk menurunkan risiko serangan asam urat berulang dan memperlambat perkembangan kerusakan sendi. Tak hanya daging merah dan makanan siap saji, sejumlah sayuran penyebab asam urat juga masuk ke dalam daftar diet tersebut. Apa saja?

Perlu diketahui, asam urat bukan senyawa esensial yang diperoleh dari lingkungan. Senyawa ini terbentuk dari sisa hasil olahan purin dan metabolisme tubuh secara alami juga diperoleh dari asupan harian seseorang. Ginjal yang sehat akan bekerja membuang asam urat melalui urine.

Batas normal asam urat pada orang dewasa tidak lebih dari 7 mg/dL dan anak-anak kurang dari 5,5 mg/dL. Seiring waktu, kadar asam urat berlebihan akan menumpuk dan membentuk kristal di jaringan sendi sehingga menimbulkan rasa nyeri. Kondisi tersebut dinamakan hiperurisemia yang lambat laun meningkatkan risiko penyakit asam urat atau gout.

Melalui laman resminya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menulis gout merupakan salah satu jenis penyakit peradangan pada sendi yang kerap menyerang area kaki, seperti ibu jari, pergelangan, dan lutut. Sendi yang mengalami peradangan ditandai dengan kemerahan, bengkak, dan terasa panas.

Sayuran Penyebab Asam Urat

Penyakit asam urat yang tidak terkontrol berpotensi menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Guna mencegahnya, hindarilah sayuran penyebab asam urat seperti berikut:

1. Asparagus
Asparagus sebenarnya baik untuk kesehatan karena mengandung vitamin B6, E, C, serta asam folat yang bernutrisi untuk otak. Meski begitu, dikutip dari SF gate, asparagus merupakan sayuran yang memiliki purin berjumlah sedang sehingga tak baik bila dikonsumsi secara terus-menerus.

Sebagai anjuran, pengonsumsiannya cukup 30 gram dalam sehari dan tidak boleh lebih dari lima kali dalam seminggu. Coba ganti asparagus dengan sayuran lain, seperti daun bawang atau okra.

2. Brokoli
Dalam 100 gram brokoli mengandung 81 mg purin. Meski tergolong tinggi dan harus dibatasi, sayuran hijau ini adalah sumber vitamin C dan K yang berguna membantu pembentukan kolagen serta memperkuat tulang dan gigi. Brokoli juga bersifat antioksidan guna melawan peradangan penyebab kanker.

3. Bayam
Siapa sangka bayam juga mengandung purin yang tinggi karena dalam 100 gramnya memiliki 57 mg purin. Untuk sesekali, tidak masalah mengonsumsinya karena salah satu sumber zat besi, serat, vitamin A, dan C yang penting diperlukan tubuh. Pilih sayuran lain untuk menggantikan bayam, misalnya selada.

4. Jamur
Salah satu manfaat jamur yang paling terkenal adalah beta glukan, sejenis serat yang sangat bermanfaat untuk kesehatan usus. Selain itu, tumbuhan parasit ini mempunyai vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Pun, jamur bisa jadi alternatif makanan rendah kalori yang menawarkan nutrisi, seperti riboflavin, niasin, dan copper.

Namun, hindarilah pengonsumsiannya terlalu sering karena 100 gram jamur terdiri dari 58 mg purin. Bila seseorang terbiasa menggunakan jamur dalam topping pizza, mulai sekarang bisa diganti dengan paprika.

5. Kembang Kol
Kembang kol adalah pilihan sayuran padat nutrisi yang rendah garam dan bebas lemak. Folat dan vitamin C adalah dua nutrisi yang bisa ditemukan pada sayuran ini. Meski kandungan purinnya tak sebanyak brokoli, ada baiknya membatasi asupan kembang kol bagi pengidap asam urat tinggi.

6. Kedelai
Di Indonesia, kedelai kerap dicampurkan ke dalam sup bersamaan dengan sayuran lain atau dibuat menjadi tempe dan tahu. Namun, tahukah kamu? 100 gram kedelai mengandung 190 mg purin sehingga tidak cocok untuk pengidap asam urat. Namun bila dikonsumsi sesekali, jenis kacang-kacangan ini bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dan memenuhi asupan harian protein.

7. Kubis Brussel (Kubis Mini)
Lebih tinggi dibandingkan bayam, 100 gram kubis mini mengandung 69 mg purin. Meski begitu, kandungan folat dalam kubis mini berperan penting untuk pembentukan otak dan mencegah kecacatan pada bayi. Jika dikonsumsi secara terkontrol, sayuran ini membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan penurunan berat badan karena kandungan seratnya yang tinggi.

Jadi, sayuran penyebab asam urat tinggi sebenarnya tidak masalah untuk dikonsumsi asalkan sesuai takaran porsi harian. Akan tetapi, jumlah purin dalam sayur tersebut tidak sebanding dengan daging olahan dan makanan manis. Karenanya, tetap seimbangkan pola makan empat sehat dan lima sempurna serta gerak aktif guna mencegah pengeroposan tulang.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "7 Sayuran Penyebab Asam Urat Tinggi, Ternyata Wajib Dibatasi!"