Hagia Sophia

12 February 2023

Banyak Orang Ingin Adopsi Bayi Aya yang Lahir di Puing-puing Gempa Turki

Bayi Aya selamat dari reruntuhan gempa di Suriah. (Foto: AP/Ghaith Alsayed)

Ribuan orang menawarkan diri untuk mengadopsi bayi perempuan yang baru lahir di bawah puing-puing sebuah rumah di Suriah barat laut, menyusul gempa kuat di Turki pada hari Senin (6/2/2023).

Saat ditemukan, bayi Aya, yang berarti keajaiban dalam bahasa Arab, masih terikat tali pusar pada ibunya.

Seluruh keluarganya, termasuk orang tua dan empat saudara kandungnya, meninggal setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,8 skala Richter melanda sebagian besar Turki dan Suriah, termasuk kota Jindayris yang dikuasai pemberontak di mana dia ditemukan.

"Saya berharap seseorang tahu bagaimana menjangkau anak itu. Saya siap mengadopsinya dan merawatnya sampai menit terakhir hidup saya," cuit Ms Paulina Queralt, seorang penyanyi Lebanon yang tinggal di Prancis.
Baby Aya saat ini berada di rumah sakit di kota Afrin, Suriah, setelah dia tiba "dingin dan hampir tidak bernapas", kata dokter anak Hani Maarouf dikutip dari BBC.

Saat ini kondisi Aya sudah stabil.

Manajer rumah sakit Khalid Attiah mengatakan dia telah menerima puluhan telepon dari orang-orang di seluruh dunia yang ingin mengadopsi bayi tersebut.

"Saya tidak akan mengizinkan siapapun untuk mengadopsi dia sekarang. Sampai keluarga jauhnya kembali, saya memperlakukannya seperti salah satu dari saya sendiri," kata dia.

Untuk saat ini, istri Dr Khalid sedang menyusui bayinya, bersama putri mereka sendiri, yang empat bulan lebih tua dari Aya.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ribuan Orang Ingin Adopsi Aya, Bayi yang Lahir di Puing-puing Gempa Turki"