Hagia Sophia

22 April 2023

Tips Kelola Stres dan Emosi dalam Perjalanan Mudik

Begini cara mengelola stres dan emosi ketika mudik menurut ahli. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memperkirakan jumlah pemudik pada tahun ini berjumlah 123,8 juta orang. Lonjakan pemudik dipengaruhi keputusan pemerintah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir tahun lalu.

Lonjakan tersebut juga membuat volume kendaraan meningkat pada jalur mudik yang mengakibatkan kemacetan. Terjebak macet selama berjam-jam ditambah jarak perjalanan yang jauh membuat seseorang merasa lebih mudah marah dan stres.

Psikolog klinis Ohana Space Annisa Mega Radyani, MPsi, memberikan sejumlah tips untuk mengendalikan emosi ketika mudik:

1. Membuat Rencana yang Detail
Perjalanan mudik bukan hanya sekadar ingin pergi ke kota tujuan, namun dibutuhkan persiapan yang matang. Menurut Annisa, pemudik perlu melakukan riset terkait informasi mudik, risiko yang mungkin muncul, hingga kemungkinan terburuk yang bakal dihadapi.

"Jadi misalnya kalau kita ada di medan yang perjalanan mudik kita tuh butuh berapa lama, lewat apa, apa yang terjadi di masa mudik sebelum-sebelumnya misalkan, apa hal yang terburuk yang kita hadapi gitu," kata Annisa ketika dihubungi detikcom, Senin (11/4/2023).

Di samping itu, cobalah untuk membuat plan B yang disesuaikan dengan kondisi seseorang untuk mengurangi stres. Misalnya, apabila seseorang tidak suka dengan kemacetan bisa berangkat mudik lebih awal atau lebih akhir dari perkiraan arus mudik.

"Kenali diri kita kalau misalnya gampang capek, nggak suka desak-desakan, itu kan kita yang paling tahu yaudah berarti kita atur," tutur Annisa.

2. Menjaga Kesehatan Fisik
Annisa menuturkan kondisi mental sangat berkaitan dengan kondisi fisik seseorang. Biasanya, seseorang lebih mudah terbawa emosi ketika mengalami kelelahan.

"Kalau fisik kita capek, kapasitas kita mengelola emosi itu sangat sedikit, kita jadi sumbu pendek. Jadi kalau kalian merasa marah-marah, itu mungkin saatnya istirahat," kata Annisa.

3. Mencoba Menenangkan Diri
Ketika merasa ingin marah di tengah perjalanan yang melelahkan, cobalah untuk menenangkan diri. Adapun cara-cara yang bisa dilakukan seperti:
  • Menarik napas dalam-dalam
  • Menyetel lagu favorit
  • Mencari distraksi
  • Mengobrol dengan orang lain di dalam mobil
"Akuin aja, akuin aja kalau kalian nggak nyaman, capek secara fisik gitu, jadi itu semua diakuin terus tarik napas. Kemudian cari distraksi gitu," pungkas Annisa.

4. Menurunkan Ekspektasi
Seseorang perlu menurunkan ekspektasinya ketika melakukan perjalanan mudik. Sebab, ekspektasi yang terlalu tinggi membuat dirinya merasa kecewa apabila tidak bisa dipenuhi.

"Ini semua ekspektasinya adalah 'semua orang pengen pulang' 'orang semua capek' nggak ideal kondisinya. Itu yang perlu kita jadiin ekspektasi agar kita lebih toleran sama orang lain," kata Annisa.

Selain menurunkan ekspektasi pada diri sendiri, perlu juga menurunkan ekspektasi pada sesama pemudik yang tentunya tidak bisa dikontrol. Tidak menutup kemungkinan bahwa pemudik lain juga melakukan hal-hal yang memicu stres. Misalnya, mengemudi secara ugal-ugalan atau membunyikan klakson kendaraannya tanpa henti.

"Ingat kita nggak bisa kontrol pemudik lainnya, itu nggak bisa kita kontrol. Jadi ketika kita mengontrol pemudik-pemudik itu, itu yang bikin kita makin stres dan makin marah jadinya," tutur Annisa.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mohon Bersabar, Begini Cara Tips Kelola Emosi dan Stres saat Mudik"