Hagia Sophia

25 May 2023

Beberapa Penyakit Ini Bisa Jadi Ancaman Pandemi Berikutnya

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memperingatkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi pandemi berikutnya, bahkan yang lebih mematikan daripada COVID-19.

Dalam pertemuan Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, Swiss, pada hari Senin, Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan meski kini COVID-19 bukanlah lagi dianggap sebagai darurat kesehatan global, menurutnya pandemi COVID-19 masih jauh dari selesai.

"Ancaman munculnya varian lain yang menyebabkan gelombang baru penyakit dan kematian tetap ada," kata Tedros, dikutip dari New York Post.

"Dan ancaman patogen lain yang muncul dengan potensi yang lebih mematikan tetap ada," lanjutnya.

WHO juga telah mengidentifikasi beberapa penyakit menular yang lebih berbahaya dari COVID-19 dan berpotensi menyebabkan pandemi berikutnya.

Adapun penyakit tersebut di antaranya, ebola, virus Marburg, sindrom pernapasan Timur Tengah, sindrom pernapasan akut yang parah, hingga penyakit yang paling menakutkan atau disebut penyakit X.

Penyakit X adalah kode WHO untuk penyakit yang disebabkan oleh kuman yang bahkan belum ditemukan.

"Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa ada potensi kejadian Penyakit X di sekitar kita," Pranab Chatterjee, seorang peneliti di Departemen Kesehatan Internasional di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg di Baltimore, mengatakan kepada National Post.

Tak hanya itu, pakar kesehatan masyarakat juga sepakat bahwa pandemi selanjutnya kemungkinan besar bersifat zoonosis, yaitu penyakit yang berasal dari hewan sebelum menjangkiti manusia.

Pengawasan dan komunikasi internasional terhadap ancaman penyakit yang muncul adalah "Pendekatan kunci dalam kemampuan kita untuk mendeteksi peristiwa limpahan sebelum menjadi terlalu luas," kata Chatterjee.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "5 Penyakit yang Jadi Ancaman Next Pandemi, Bisa Lebih Mematikan dari COVID"