Hagia Sophia

07 June 2023

Dampak Cuaca Panas Terhadap Tubuh Manusia, Termasuk Jadi Sulit Berpikir

Foto: dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance

Suhu panas berlebihan dapat membahayakan setiap bagian tubuh kita. Tak hanya membuat gerah dan kelelahan, dalam kasus ekstrem, suhu panas bisa mengakibatkan otak sulit berpikir, kanker, stroke, hingga serangan jantung.

Setidaknya enam hal berikut adalah contoh dampak cuaca panas mempengaruhi tubuh manusia, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (7/6/2023).

Keringat
Hipotalamus adalah termostat tubuh. Bagian pada otak ini merasakan perubahan suhu, di dalam tubuh dan di luar, kemudian membuat penyesuaian untuk menjaganya seimbang. Ketika otak merasakan bahwa tubuh menghangat, hipotalamus mengirimkan pesan ke pembuluh darah di dekat kulit, menyuruhnya untuk melebar. Kondisi ini meningkatkan jumlah darah di permukaan kulit yang memungkinkannya kehilangan panas, selama udaranya lebih dingin dari tubuh.

Jika udara di luar tubuh lebih panas daripada di dalam, kelenjar keringat tubuh yang semuanya berjumlah 1,6 hingga 5 juta, mulai bekerja. Keringat dikeluarkan ke permukaan kulit dan penguapannya memiliki efek mendinginkan. Hal ini karena dibutuhkan energi panas dari tubuh untuk mengubah cairan menjadi uap.

Tapi berkeringat bukanlah sistem yang sempurna. Orang yang aktif dapat berkeringat sangat banyak dalam sehari, dan jika tidak diganti dapat menyebabkan dehidrasi. Tubuh yang mengalami dehidrasi tidak bisa lagi mendinginkan diri dengan berkeringat. Selain itu, jika tubuh menjadi terlalu panas, aliran darah ke kulit dan keringat dapat berhenti. Dalam hal ini, suhu tubuh melonjak dan sel-sel otak bisa mengalami kerusakan permanen.

Kelelahan
Hipertermia adalah istilah untuk kondisi tubuh yang mencapai suhu tinggi yang tidak normal. Ini terjadi ketika berbagai mekanisme pengatur panas gagal mengatasinya.

Jika suhu tubuh naik menjadi sekitar 38 derajat Celcius, otak memerintahkan otot untuk melambat, dan timbul kelelahan. Ini disebut kelelahan akibat panas. Gejala kelelahan panas juga termasuk pusing, gangguan penglihatan, rasa haus yang intens, mual, jantung berdebar, dan mati rasa.

Jika suhu tubuh tidak diturunkan, kondisi heat exhaustion dapat memburuk menjadi heatstroke. Heatstroke, yang terjadi pada suhu 40 derajat Celcius dan harus diperlakukan sebagai keadaan darurat medis. Gejalanya meliputi kulit kering, panas, dan disfungsi mental. Jika tidak diobati, sengatan panas dapat menyebabkan kejang, koma, bahkan kematian.

Kulit
Sunburn pada kulit disebabkan oleh paparan berlebihan terhadap sinar ultraviolet (UV) Matahari. Semakin tubuh terkena sengatan matahari, semakin besar kemungkinan seseorang menderita kanker kulit. Terlalu banyak radiasi UV pun dapat merusak DNA sel kulit. DNA memberi tahu sel bagaimana fungsinya, karena kerusakan memburuk oleh setiap sengatan Matahari yang berulang, sel dapat mulai tumbuh di luar kendali yang menyebabkan kanker kulit.

Otak
Sulit untuk berpikir jernih saat kita merasa kepanasan. Penelitian menunjukkan bahwa panas yang ekstrem dapat mempengaruhi kinerja mental. Cuaca panas pun telah dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif, kesalahan fungsi melakukan penilaian, dan risiko cedera kerja yang lebih tinggi. Pada suhu yang sangat tinggi, penghalang darah ke otak manusia mulai rusak, protein dan ion menumpuk di otak dan menyebabkan peradangan.

Banyak orang merasa mudah tersinggung di hari-hari yang panas, dan bukti menunjukkan bahwa panas yang ekstrem memang berdampak negatif pada kesehatan mental. Sebuah studi baru-baru ini di New York, Amerika Serikat, menemukan bahwa pada hari-hari yang panas, ada lebih banyak kunjungan darurat ke rumah sakit karena penyalahgunaan zat, gangguan suasana hati dan kecemasan, skizofrenia dan demensia. Studi lain bahkan mengaitkan kenaikan suhu dengan tingkat bunuh diri yang lebih tinggi.

Paru-paru
Cuaca panas dapat memengaruhi kualitas udara, membuatnya lebih sulit untuk bernapas. Suhu tinggi biasanya disertai dengan udara tenang yang memungkinkan polutan mandek. Ozon permukaan tanah adalah gas berbahaya yang terbentuk ketika polutan yang dipancarkan oleh mobil, pembangkit listrik, dan sumber industri bereaksi secara kimiawi terhadap sinar Matahari.

Ozon permukaan tanah dapat mengurangi fungsi paru-paru, dan merupakan faktor utama morbiditas dan mortalitas asma. Sebuah studi tahun 2008 menemukan bahwa untuk setiap derajat Celsius kenaikan suhu, polusi ozon akan membunuh 22 ribu orang tambahan di seluruh dunia.

Jantung
Saat tubuh memanas, pembuluh darah melebar, dan ini menurunkan tekanan darah sehingga membuat seseorang merasa pusing dan sakit. Dalam kondisi terburuk, ketika tubuh kekurangan aliran darah normal, usus bisa bocor, pembuluh darah bisa rusak, menyebabkan darah menggumpal, dan sel bisa hancur saat proteinnya rusak. Jika tekanan darah turun terlalu jauh, risiko serangan jantung akan meningkat.

Saat tubuh merasa terlalu panas, medula oblongata, bagian otak yang mengontrol proses vital termasuk detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah, memberitahu jantung untuk meningkatkan jumlah darah yang dipompa untuk setiap detak.

Namun dengan tekanan darah yang menurun, jantung harus bekerja lebih keras untuk mendorong darah ke seluruh tubuh, sehingga detak jantung meningkat. Pada suhu ekstrem, jumlah darah yang beredar meningkat drastis. Jantung menjadi lelah dan aliran darah bisa tiba-tiba anjlok.

Itu sebabnya, para ahli mengatakan bahwa ketika suhu global meningkat, tingkat kematian juga akan meningkat, dan kematian ini sebagian besar disebabkan oleh tekanan panas yang ekstrem pada sistem kardiovaskular.
























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Otak Anda Sulit Berpikir, Mungkin Dampak Cuaca Panas Pada Tubuh"