Hagia Sophia

17 June 2023

Sebanyak 40 Anak Dirawat Disebuah RS di Inggris Akibat Vape

40 anak di Inggris dirawat inap di rumah sakit akibat menggunakan vape. (Foto: iStock)

Keberadaan rokok elektrik atau vape sekali pakai semakin mengancam kesehatan anak-anak di Inggris. Chief Executive of National Health Services (NHS) Inggris, Amanda Pritchard, mengungkapkan jumlah anak yang masuk ke rumah sakit akibat vape meningkat hingga empat kali lipat dalam kurun dua tahun terakhir.

"Sangat memprihatinkan bahwa ternyata kasus terkait vaping di kalangan anak muda meningkat hampir empat kali lipat selama dua tahun terakhir. Karena itu, penting bagi kita semua untuk menghentikan fenomena ini demi menjauhkan generasi muda dari rumah sakit dan ancaman kesehatan di masa yang akan datang," ujarnya dikutip dari The Sun, Jumat (16/6/2023).

Amanda juga menyoroti persepsi yang menganggap vape cenderung lebih aman dibanding rokok konvensional. Padahal, vape berpotensi menimbulkan kerusakan pada paru-paru.

"Meski banyak anak muda yang menganggap vape tidak berbahaya karena punya rasa yang menarik, dia (vape) dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru," terangnya.

Amanda menjelaskan pada 2021, terdapat 11 kasus anak yang dilarikan ke rumah sakit karena vape. Namun di 2023, jumlah tersebut meningkat drastis menjadi sekitar 40 kasus.

Lebih lanjut, hasil temuan NHS menunjukkan 1 dari 10 anak yang berusia 11-15 tahun rutin mengisap vape. Temuan lain menunjukkan setidaknya 2 siswa kelas 2 SMP sudah menggunakan vape. Padahal, Inggris sudah melarang menjual vape kepada anak di bawah usia 18 tahun.

Di satu sisi, Amanda mengakui kemunculan vape sebagai anugerah bagi orang-orang yang berusaha berhenti merokok. Namun di sisi lain, kehadiran vape membawa tantangan baru, yaitu daya tarik dan ketersediaan yang masih mudah diakses oleh kaum muda.

Sementara itu, Deputy Chief Executive of Action on Smoking and Health (ASH), Hazel Cheeseman, meminta Pemerintah Inggris bergerak cepat dalam membatasi peredaran vape di kalangan anak muda.

"Tindakan cepat dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk membatasi vaping di kalangan muda sembari mengembalikan fungsi vape sebagai alat bantu bagi orang dewasa untuk dapat berhenti merokok," pungkasnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Edan! 40 Anak di Inggris Dirawat di RS karena Vape"