Hagia Sophia

05 July 2023

Gunung Kidul Jadi Langganan Antraks, Inikah Penyebabnya?

Foto: ilustrasi/thinkstock

Kasus antraks kembali menyerang Kabupaten Gunungkidul, DIY. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan sejauh ini, tercatat tiga orang di Gunungkidul meninggal akibat virus tersebut.

Ia mengatakan virus antraks menyerang dua kecamatan di Gunungkidul, yakni Kecamatan Semanu dan Kecamatan Karangmojo.

"Meninggal tiga orang di Semanu. Di Karangmojo nggak ada yang meninggal, tapi ada yang dalam pemeriksaannya itu positif antraks di dalam tubuhnya," ujarnya saat ditemui di Senayan, Selasa (4/7/2023).

Selain korban meninggal, ia melaporkan terdapat 93 orang warga lainnya juga dinyatakan positif terpapar antraks.

Ini bukan kali pertama Gunungkidul dibuat gempar oleh virus antraks. Kabupaten ini memang sudah menjadi langganan antraks sejak tahun 2019.

"Gunungkidul termasuk daerah yang masih endemis antraks," imbuhnya.

dr Nadia menjelaskan virus antraks biasanya menular dari daging sapi yang tertular virus tersebut.

"Biasanya virus antraks menular ke sapi saat makan rumput pada daerah yang tanahnya itu ada virus antraksnya, apakah itu dari sapi yang antraks terus dikubur di situ. Virus antraks itu sangat kuat, di dalam tanah dia tidak gampang mati," urainya.

Menyikapi kemunculan kasus tersebut, dr Nadia meminta masyarakat untuk lebih waspada saat membeli daging sapi. Apalagi jika harganya jauh lebih murah dari pasaran.

"Virus antraks itu menyebabkan sakit pada sapi. Sapi yang mati mendadak, atau tiba-tiba sakit mendadak, apalagi di daerah yang endemis, itu kita harus curiga. Itu yang selalu kita sampaikan ke masyarakat, jangan membeli sapi yang harganya lebih murah," tandasnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gunungkidul Langganan Kasus Antraks, Kemenkes Ungkap Penyebabnya"