Hagia Sophia

29 July 2023

Polusi Udara Meningkat, Banyak Warga Kawatir Akan Hal Ini

Polusi udara di DKI Jakarta (Foto: Agung Pambudhy)

Belakangan polusi udara di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta sedang parah. Hal ini tentunya membuat orang-orang yang harus beraktivitas di luar rumah khawatir terkait dampak yang ditimbulkan dari paparan polusi.

Pasalnya, polusi udara yang buruk tak hanya menyebabkan gangguan saluran pernapasan hingga penyakit jantung, tetapi juga bisa menyebabkan penuaan dini.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin sekaligus Wakil Ketua Bidang Media Sosial dan Edukasi Masyarakat PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr dr Dhelya Widasmara SpKK (K) FINSDV, FAADV, polusi udara menghasilkan radikal bebas yang dapat menghambat produksi kolagen.

"Sedangkan kulit kita itu membutuhkan kolagen untuk supaya kulit kita itu tetap bisa bagus, atau kulit kita tidak berkerut, kolagennya tetap, terus hidrasinya tetap," ucapnya saat media briefing, Jumat (28/7/2023).

Apabila kulit terus-menerus terkena radikal bebas imbas polusi, efeknya bisa membuat kulit menjadi mengkerut dan tak kencang lantaran tak mampu memproduksi kolagen.

"Polusi masuk nih ke pori-pori wajah, pori-pori kulit dan sebagainya, kemudian dia menangkap rantai-rantai kolagen ini sehingga kolagen ini tidak bisa diproduksi," tuturnya lagi.

"Karena kan fungsi kolagen untuk mengencangkan kulit. Itulah kenapa ko bikin penuaan lebih cepat," imbuhnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ngerasa Kulit Wajah Makin Banyak Kerutan? Bisa Jadi Efek Polusi Udara"