Hagia Sophia

01 August 2023

Polusi DKI Lagi Meningkat, Ini yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat di Luar Ruangan

Saran dokter paru untuk masyarakat Jakarta yang ingin beraktivitas di luar rumah saat polusi udara sedang parah-parahnya. Foto: Zizu/detikHealth

Alih-alih bikin segar layaknya kabut di kawasan sejuk, kabut di langit Jakarta beberapa hari terakhir ini malah bikin 'engap'. Pasalnya, kabut tersebut merupakan kumpulan asap polusi udara yang tentu saja, berisiko memicu gangguan pernapasan.

Sebagaimana dijelaskan oleh dokter spesialis paru dr Erlina Burhan, SpP(K), 80 persen polusi udara Jakarta yang memprihatinkan kini berasa dari kendaraan bermotor. Walhasil menurutnya, salah satu cara untuk mengatasi perkara polusi udara Jakarta adalah dengan pembenahan fasilitas layanan transortasi publik. Ia berharap dengan cara demikian, masyarakat yang sehari-hari menggunakan kendaraan pribadi bisa beralih ke transportasi umum, polusi udara dari kendaraan bermotor pun berkurang.

Namun sebagai langkah proteksi di tengah buruknya polusi udara Jakarta kini, dr Erlina menyarankan warga untuk sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika tidak memungkinkan, sebaiknya gunakan masker setiap berada di luar ruangan.

"Kalau untuk pribadi saat ini, untuk individu pakai masker sih. Kan kita nggak bisa sebagai individu bilang 'kendaraan bermotor nggak boleh yang knalpotnya hitam nggak boleh jalan'. Nggak bisa kan. Kita lindungi saja diri kita dengan pakai masker," ungkapnya saat ditemui detikcom di aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Salemba, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2023).

"Kalau nggak terpaksa jangan keluar rumah," tegas dr Erlina lebih lanjut.

Menurutnya, paparan polusi udara dapat memicu sederet penyakit pernapasan. Terutama, kepada orang-orang yang memang sudah memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma.

Walhasil, dr Erlina menyarankan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter jika warga mengalami gejala batuk. Selain itu, rajin-rajinlah mengecek kualitas udara di Jakarta, terutama bagi warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

"Biasanya iritasi saluran napas, gampang infeksi, kemudian orang asma menjadi ter-trigger untuk ada serangan asma, PPOK juga, bahkan infeksi saluran napas lainnya menjadi bertambah," beber dr Erlina.

"Jadi kalau udara buruk sekali, terpaksa kita harus keluar rumah, pakai masker. Tapi kalau nggak perlu keluar rumah ya sudah di rumah saja," pungkasnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Polusi DKI Lagi Ampun-ampunan, Catat Do's and Dont's saat di Luar Ruangan"