Hagia Sophia

25 September 2023

Bank Sperma China Adakan Kompetisi Terhadap Kesuburan Sperma

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Sebuah bank sperma di China menawarkan hadiah uang tunai untuk mahasiswa yang mau mendonorkan spermanya. Ini dilakukan di tengah angka kelahiran yang semakin merosot di negara tersebut.

Sebagai bonus tambahan, bank sperma yang terletak di China tengah itu mengundang pelajar di Zhengzhou untuk ikut serta dalam sebuah kompetisi. Kontes ini bertujuan untuk menemukan pria dengan jumlah sperma tertinggi dan paling kuat.

Bank sperma Henan adalah satu dari 27 bank sperma di daratan yang membantu pasangan yang tidak dapat hamil atau terkena penyakit keturunan. Beberapa bank sperma lain telah mengadakan kontes serupa yang menargetkan mahasiswa, menawarkan ribuan yuan untuk mendorong donasi.

Uang yang ditawarkan untuk para kontestan cukup besar. Mereka ditawari uang masing-masing 6.100 yuan atau lebih dari 12 juta untuk menyumbangkan sperma mereka.

Seorang pejabat bank sperma Henan yang tidak disebutkan namanya mengatakan mereka berharap, akan ada lebih banyak mahasiswa akan menyumbang sperma. Menurut laporan tersebut, kualitas sperma mereka lebih baik dibandingkan masyarakat umum.

Hal ini diumumkan pertama kali pada 10 September 2023. Kontes ini dilakukan karena kekhawatiran terhadap penurunan kualitas sperma di seluruh negeri, yang disebut-sebut sebagai salah satu faktor penurunan angka kelahiran di China.

"Karena pencemaran lingkungan dan tekanan pekerjaan, kualitas sperma secara keseluruhan menurun. Hal ini menyebabkan kemandulan pada sejumlah pasangan menikah, sehingga menimbulkan ketidakharmonisan dalam keluarga dan masyarakat mereka," kata bank sperma Henan yang dikutip dari South China Morning Post, Minggu (24/9/2023).

"Ibarat darah, donor sperma adalah kegiatan kemanusiaan. Hal ini bisa membawa kabar baik bagi pasangan infertil. Oleh karena itu, kami menghimbau mahasiswa untuk mendonorkan spermanya agar dapat berkontribusi kepada masyarakat," katanya.

Peserta kompetisi di Zhengzhou akan mendapatkan 200 yuan atau sekitar 430 ribu rupiah setiap kali mereka berdonasi sebagai kompensasi ongkos transportasi dan biaya lainnya.

Mereka diharapkan menyumbang antara 8 hingga 20 kali selama periode dua bulan. Mereka yang mencapai 20 donasi akan menerima hadiah tambahan sebesar 2.100 yuan atau sekitar 4,4 juta rupiah.

Peserta juga akan menerima penilaian kesuburan profesional saat kompetisi berakhir. Kontes ini akan memilih dua pemenang, satu dengan jumlah sperma tertinggi dan satu lagi dengan sperma paling kuat.

Menurut penyelenggara, data tentang pemenang dan analisis kompetisi akan dirilis ke publik dengan cara yang melindungi anonimitas peserta.

"Kuota harian pengambilan air mani dibatasi. Kadang kuotanya penuh, jadi kami sarankan masyarakat membuat janji terlebih dahulu," kata seorang pejabat.

Menurut hukum Tiongkok, anak yang lahir melalui teknologi reproduksi berbantuan menggunakan sperma donor tidak memiliki ikatan hukum apa pun dengan donornya. Pendonor sperma tidak berkewajiban membesarkan anak, dan tidak mempunyai hak asuh atas anak tersebut.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mahasiswa di China Ikut Kontes Kesuburan, Sperma Paling Tokcer Dapat Rp 12 Juta"