Hagia Sophia

09 September 2023

Beberapa Ciri Kurang Darah Berdasarkan Jenis Anemia

Foto: iStock

Sering merasa lelah, lemas, maupun pusing merupakan ciri-ciri umum dari kekurangan darah. Dalam dunia medis, kondisi kurang darah dikenal dengan istilah anemia.

Dilansir laman medicalnewstoday.com, anemia terjadi ketika sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh lebih rendah dari biasanya. Akibatnya, darah tidak dapat menyediakan cukup oksigen bagi tubuh. Inilah yang menyebabkan tubuh pengidap mudah lelah.

Selain letih, lemas, lunglai, anemia juga punya sejumlah gejala lain. Ciri-ciri kurang darah yang terjadi pun ada yang sering dialami sebagian orang. Dan ada pula gejala khusus tergantung jenis anemia apa yang diderita oleh seseorang.

Agar kamu bisa lebih aware dengan masalah medis satu ini, cari tahu ciri-ciri kurang darah yang mungkin dialami pengidap anemia yuk! Simak uraian di bawah ini, ya.

Ciri-ciri Kurang Darah Umum

Anemia memiliki sejumlah gejala paling umum terjadi. Namun tak menutup kemungkinan ada ciri-ciri berbeda yang terjadi pada setiap pengidapnya. Tanda-tanda umum dari kurang darah, meliputi:
  • Kelelahan
  • Kulit pucat
  • Detak jantung cepat
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala.

Ciri-ciri Kurang Darah Berdasarkan Jenis Anemia

Selain tanda-tanda umum kurang darah seperti di atas, gejala khas juga dapat terjadi tergantung dari tipe anemia yang dialami. Berikut ciri-ciri kurang darah berdasarkan beberapa jenis anemia:

1. Anemia Defisiensi Besi
Ini adalah bentuk anemia yang paling umum. Jenis defisiensi besi dialami tubuh saat memproduksi terlalu sedikit sel darah merah karena kekurangan zat besi. Kondisi ini kemungkinan terjadi akibat; diet, menstruasi, melakukan donor darah, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.

Ciri-ciri kurang darah khusus pada tipe anemia satu ini, seperti telapak kaki yang dingin dan sakit kepala ringan.

2. Anemia Defisiensi Vitamin B12
Vitamin B12 merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk menghasilkan sel darah merah. Seseorang yang tidak cukup mengkonsumsi nutrisi ini bisa-bisa sel darah merahnya rendah.

Karena itu dapat terjadi gejala anemia khas, yakni; kesulitan berjalan, kebingungan atau lupa, timbul masalah penglihatan, diare, dan kondisi glositis.

3. Anemia Aplastik
Kondisi ini cenderung langka, terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah merah baru dalam jumlah yang cukup. Biasanya, anemia satu ini disebabkan oleh penyakit autoimun yang merusak sel induk. Ini bisa saja terjadi meski seseorang punya kadar zat besi yang normal.

Ciri-ciri kurang darah yang mungkin dialami pengidap anemia aplastik, seperti; kelelahan, infeksi yang sering terjadi, ruam kulit, serta mudah memar.

4. Anemia Hemolitik
Hemolitik terjadi saat sel darah merah hancur lebih cepat dari kemampuan tubuh menghasilkan sel darah merah baru. Sejumlah gangguan medis yang dapat mengakibatkan kondisi ini, antara lain penyakit autoimun, infeksi, masalah sumsum tulang, thalasemia, dan penyakit sel sabit.

Anemia tipe satu ini bisa menimbulkan gejala, yakni; pusing, lemah, penyakit kuning, urin berwarna gelap, demam, dan sakit perut.

Pengobatan Anemia

Ada sejumlah pengobatan yang bisa dilakukan pengidap tergantung pada jenis anemia yang diderita. Perawatan ini bertujuan untuk meningkatkan sel darah merah sehingga kadar oksigen dalam darah bisa bertambah. Berikut di antara pengobatan anemia berdasarkan jenis-jenisnya:

1. Anemia Defisiensi Besi
Perawatan bagi pengidap anemia jenis ini dengan konsumsi suplemen zat besi. Selain itu, perubahan pola makan dapat membantu pengidap anemia membaik dan tidak merasakan gejala.

2. Anemia Defisiensi Vitamin
Pengobatan bagi penderita anemia defisiensi vitamin yakni dengan diberi suntikan vitamin B12 oleh dokter. Orang yang mengidap anemia tipe ini juga perlu mengkonsumsi suplemen makanan lain jika dibutuhkan.

3. Anemia Aplastik
Pengobatan efektif bagi pengidap anemia aplastik adalah dengan melakukan transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang. Meski begitu, dokter akan menentukan perawatan yang paling cocok tergantung kondisi dan gejala yang dialami.

4. Anemia Hemolitik
Untuk tipe anemia hemolitik, perawatan yang dilakukan kemungkinkan mencakup konsumsi obat imunosupresan, pengobatan untuk infeksi, dan prosedur plasmaferesis untuk menyaring sebagian plasma dari darah.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kenali Ciri-ciri Kurang Darah dan Berbagai Jenis Anemia"