Hagia Sophia

09 September 2023

Ini Prediksi Wahana Antariksa Eropa Tentang Umur Matahari

Foto: ESA

Pesawat ruang angkasa Gaia milik badan antariksa Eropa ESA, membuat prediksi bahwa Matahari kita hampir mencapai separuh masa hidupnya. Ketika mencapai akhir hidupnya, ia akan mengembang, meledak, dan melenyapkan Bumi.

Terdengar mengerikan ya. Namun tenang, andai prediksi itu benar, menurut ESA, peristiwa itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat, melainkan setidaknya lima miliar tahun lagi.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Gaia menentukan usia Matahari sekitar 4,57 miliar tahun dan dengan mengidentifikasi massa dan komposisinya, perangkat tersebut memperkirakan bagaimana Matahari akan berevolusi di masa depan.

Jalan menuju kepunahannya dimulai sekitar usia 10 hingga 11 miliar tahun ketika ia menjadi raksasa merah dan ukurannya bertambah secara signifikan dengan cepat.

Dari sini, Matahari berpacu menuju kematiannya dan berakhir sebagai bintang katai putih redup yang lebih dingin, menjadi inti bintang mati yang panas dan padat. Saat ini, Matahari dianggap 'paruh baya' dan stabil karena menggabungkan hidrogen menjadi helium.

Misi Gaia Mendekati Matahari

Gaia terletak sekitar 1,4 juta km dari Bumi dan membawa dua teleskop untuk mendokumentasikan galaksi, serta mempelajari bintang-bintang untuk memprediksi masa depan mereka.

Meskipun manusia telah lama percaya bahwa Matahari suata saat akan menelan seluruh Bumi, data ESA menghilangkan ketakutan tersebut. Data-data Gaia menyimpulkan bahwa planet kita tidak akan hancur setelah Matahari mencapai usia delapan miliar tahun, karena inilah saatnya ia akan mencapai suhu maksimum.

Setidaknya dua miliar tahun kemudian, Matahari akan mulai mendingin dan ukurannya akan bertambah dua kali lipat dibandingkan sekarang, lebarnya sekitar 1,3 juta km.

Orlagh Creevey, seorang astronom di Prancis yang bekerja dengan Gaia, menjelaskan bahwa penting untuk menemukan bintang yang mirip dengan Matahari kita sehingga kita dapat memahami bagaimana bintang tersebut cocok dengan alam semesta.

"Jika kita tidak memahami Matahari kita sendiri, dan ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentangnya, bagaimana kita bisa berharap untuk memahami semua bintang lain yang membentuk galaksi indah kita," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah sumber ironi bahwa Matahari adalah bintang terdekat dan paling banyak dipelajari, namun kedekatannya memaksa kita untuk mempelajarinya dengan teleskop dan instrumen yang sangat berbeda dari yang kita gunakan untuk melihat bintang-bintang lainnya," sambungnya.

Para peneliti menyebutkan, dengan mengidentifikasi bintang-bintang yang mirip dengan Matahari, apalagi memiliki usia yang sama, kita dapat menjembatani kesenjangan observasi ini.

Aktivitas Matahari

Matahari akhir-akhir ini menjadi perhatian khusus karena aktivitas yang eksplosif. Beberapa kali Matahari tercatat melontarkan gas super panas yang energik dan bermagnet tinggi ke arah Bumi.

Aliran ini, yang dikenal sebagai coronal mass ejection (CME), keluar dari bintik Matahari AR3078, kemudian melahap lontaran sebelumnya yang dilepaskan sehari sebelumnya sehingga disebut lontaran kanibal.

Kombinasi ini, dengan medan magnet yang kusut dan plasma terkompresi serta gas yang sangat terionisasi, diketahui menyebabkan badai geomagnetik yang kuat.

CME dapat mengeluarkan miliaran ton material korona dari permukaan Matahari. Bahannya terdiri dari plasma dan medan magnet. Letusan semacam itu berpotensi memicu cuaca antariksa yang dapat mengganggu satelit dan jaringan listrik di Bumi, serta dapat membahayakan astronaut yang tidak terlindungi.

Peningkatan aktivitas Matahari belakangan ini disebabkan oleh fase paling aktif dalam siklus Matahari 11 tahunannya, yang mencapai puncak aktivitasnya pada tahun 2024.

Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat aktivitas Matahari yang terjadi saat ini hampir sama dengan 11 tahun yang lalu, pada titik yang sama pada siklus terakhir.




























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Wahana Antariksa Eropa Buat Prediksi Mengerikan Ketika Matahari Mati"