Hagia Sophia

05 September 2023

China Akan Kirim Misi Berawak ke Bulan pada 2030

Momen astronaut China lakukan space walking di Stasiun Luar Angkasa China Tiangong. Foto: Jin Liwang/Xinhua via AP

Tahun ini, China secara resmi mengumumkan rencana untuk mengirim misi berawak ke Bulan pada tahun 2030. Misi ini ditujukan sebagai bagian dari eksplorasi ilmiah di Bulan. Yang menarik, pengumuman ini disampaikan di tengah semakin ketatnya perlombaan eksplorasi antariksa di antara sejumlah negara.

Pengumuman tersebut dibuat oleh Lin Xiqiang, Wakil Direktur Badan Antariksa Berawak China, CMSA, ketika mereka sedang bersiap mengirim misi Shenzhou-16 yang meluncurkan tiga astronaut ke stasiun luar angkasa Tiangong pada Mei lalu.

"Shenzhou-16 menjadi misi berawak pertama setelah program membangun Stasiun Luar Angkasa China Tiangong memasuki tahap penerapan dan pengembangan," kata Lin di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, Mongolia, seperti dikutip dari Xinhua.

"China baru-baru ini memulai fase pendaratan di Bulan dari program eksplorasi Bulan berawaknya. Tujuan keseluruhannya adalah mencapai pendaratan berawak pertama China di Bulan pada tahun 2030, dan melakukan eksplorasi ilmiah Bulan serta eksperimen teknologi terkait," sambungnya.

Misi Bulan berawak China dilakukan ketika badan antariksa AS NASA juga punya tujuan mengirim misi berawak kedua ke Bulan pada tahun 2025, untuk menjelajahi kutub selatan Bulan mencari air beku.

Jika sudah siap, China akan menjadi satu-satunya negara yang memiliki stasiun luar angkasa karena Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) milik Rusia merupakan proyek kolaborasi beberapa negara. Selain itu, ISS juga akan dinonaktifkan pada tahun 2030.

Sementara itu, organisasi penelitian luar angkasa India, ISRO, baru-baru ini sukses mendaratkan pesawat ruang angkasa Chandrayaan-3 di kutub selatan Bulan.

Kesuksesan ini menjadikan India negara keempat di dunia yang berhasil melakukan pendaratan di Bulan, setelah AS, China, dan Rusia. Serta negara pertama yang mendarat di kutub selatan Bulan, tempat di Bulan yang menjadi incaran semua negara saat ini.

Misi Chandrayaan-3 membawa instrumen ilmiah untuk mempelajari sifat termo-fisik regolit Bulan, kegempaan Bulan, lingkungan plasma permukaan Bulan, dan komposisi unsur di sekitar lokasi pendaratan.

Berhasil mendahului negara lain mencapai kutub selatan Bulan, apakah India juga akan menyalip negara lain mengirimkan astronaut ke Bulan? Kita tidak tahu pasti, karena persaingan menuju Bulan menjadi semakin seru dan peta persaingannya bisa berubah kapan saja.




























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "China Ngebet Segera Kirim Astronaut ke Bulan, Ini Misinya"