Hagia Sophia

02 September 2023

Mengenal Sariawan di Tenggorokan: Gejala, Obat dan Cata Atasinya

Ilustrasi sariawan di tenggorokan. Foto: Getty Images/iStockphoto/ti-ja

Detikers, apakah kamu pernah mengalami sariawan pada tenggorokan? Sariawan dapat terjadi karena berbagai faktor yaitu infeksi jamur, bakteri, virus, asupan nutrisi, tertusuk atau terkena benda tajam.

Sariawan atau stomatitis adalah berkas luka berwarna putih pada rongga mulut hingga amandel dan tenggorokan. Luka tersebut berbentuk oval atau bulat yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit.

Pengertian Sariawan di Tenggorokan

Sesuai namanya, sariawan di tenggorokan adalah kondisi yang disebut Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) yang terjadi faring. Tenggorokan berada di atas tenggorokan dan jalur napas (trakea).

Dikutip dari repository Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, ada yang khas dari sariawan di tenggorokan. Sariawan umumnya bertipe mayor dengan ukuran diameter luka mencapai 1 cm.

Jenis sariawan ini meninggalkan bekas luka yang lebih dalam dibanding tipe minor. Selain itu, tipe sariawan ini perlu waktu 10-20 hari bahkan hingga beberapa bulan untuk pulih.

Gejala Sariawan di Tenggorokan

Dilansir dari laman Medical News Today dan Primaya Hospital, gejala dari sariawan di tenggorokan adalah:
  • Muncul spot berwarna putih atau abu-abu dengan pinggiran berwarna merah di pangkal tenggorokan
  • Timbul rasa sakit, gatal, dan terbakar di tenggorokan
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Kesulitan saat menelan
  • Mual
  • Muntah tanpa atau dengan darah
  • Sensasi tersedak
  • Perubahan suara
  • Sering batuk
  • Lidah terasa asam ataupun pahit
  • Merasa ada benjolan di tenggorokan
  • Nyeri dada atau dada terasa seperti terbakar.
Gejala sariawan di tenggorokan secara garis besar mirip seperti sariawan umumnya. Dengan beberapa poin khas, misal sakit dan spot luka di daerah tenggorokan serta perubahan suara.

Penyebab Sariawan di Tenggorokan

Situs Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan, penyebab sariawan di tenggorokan adalah:
  • Virus yang mewabah
  • Daya tahan tubuh yang lemah.
Sariawan di tenggorokan merupakan jenis stomatitis herpetic yang disebabkan virus herpes simplex. Selain yang telah disebutkan, penyebab sariawan di tenggorokan lainnya adalah:
  • Trauma akibat pemakaian gigi palsu atau kawat gigi yang tidak pas
  • Pengobatan kemoterapi
  • Infeksi virus, seperti herpes
  • Infeksi jamur
  • Mulut kering
  • Merokok.
Obat dan Cara Mengatasi Sariawan di Tenggorokan

IDAI menyarankan pasien sariawan di tenggorokan karena infeksi virus dan bakteri bisa dibawa ke dokter. SElanjutnya dokter akan meresepkan penanganan sesuai penyebab sariawan.

Biasanya dokter akan memberi resep berikut:
  • Obat anti biotik, anti virus, dan anti jamur
  • Penghilang rasa sakit seperti ibuprofen dan paracetamol
  • Obat kumur, untuk menghilangkan ketidaknyamanan
  • Obat asam lambung pada kasus sariawan di tenggorokan akibat gangguan asam lambung.
Cara Mencegah Sariawan di Tenggorokan

Dilansir dari situs Cleveland Clinic, berikut beberapa cara untuk mencegah sariawan:

1. Menjaga Kebersihan mulut
Kamu harus rajin membersihkan gigi. Sikat gigi setidaknya dua kali dalam sehari. Kamu juga harus membersihkan gigi dengan benang gigi setidaknya sekali dalam sehari.

2. Hindari obat kumur atau semprotan tertentu
Beberapa obat kumur atau semprotan dapat merusak keseimbangan mikroorganisme di mulut. Bicarakan dengan dokter gigi untuk mengetahui obat kumur mana yang aman untuk digunakan.

3. Temui dokter gigi secara teratur
Temui dokter gigi secara teratur yaitu 6 bulan sekali. Hal ini akan membantu anda untuk mencegah sariawan

4. Batasi konsumsi gula dan makanan yang mengandung ragi
Hal ini dapat mendorong terjadinya sariawan.

5. Hindari merokok atau penggunaan tembakau lainnya
Itulah tadi penjelasan mengenai sariawan di tenggorokan. Apabila sariawan tidak segera sembuh, segera kunjungi dokter. Semoga bermanfaat, detikers!



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sariawan di Tenggorokan: Gejala, Penyebab, serta Obat dan Cara Mengatasinya"