Hagia Sophia

04 September 2023

Padatnya Warga Ingin Coba LRT Jabodebek Saat Akhir Pekan

LRT Jabodebek (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)

Tak cuma di weekday saja LRT Jabodebek penuh sesak dengan penumpang. Pada weekend, LRT Jabodebek juga laris manis dipadati warga yang ingin menjajal moda transportasi terbaru Tanah Air itu.

Seperti Juneadi (51) bersama putranya sengaja mengisi waktu Minggu paginya untuk mencoba LRT. Dia sengaja memilih akhir pekan agar terhindar dari desak-desakan antar penumpang.

"Oh iya hari ini pertama kali (menggunakan LRT). Soalnya kan kalau hari biasa ramai, kalau hari Minggu agak mendingan lah," katanya kepada detikcom saat ditemui di Stasiun Cawang, Minggu (3/9/2023)

Warga Jakarta Timur itu mengatakan, tak menentukan arah tujuan saat hendak menjajal kereta tanpa masinis itu. Dari Stasiun Dukuh Atas, dia akhirnya menaiki kereta tujuan Harjamukti, lalu kembali ke Stasiun Cawang.

"Tadi kan ada juga yang ke Jatimulya, kebetulan tadi yang standby di Dukuh Atas ke Harjamukti ya sudah kita naik," ungkapnya.

"Nggak ada tujuannya, cuma jalan-jalan aja. Sampai Harjamukti keliling stasiun, balik lagi, turun di cawang, mau pulang naik busway," sambungnya.

Foto: Warga di Stasiun Dukuh Atas berbondong-bondong mencoba LRT Jabodebek di akhir pekan (Rumondang/detikcom)

Juneadi mengatakan tak mengalami kesulitan dalam menjejal LRT hari ini. Dia berharap transportasi baru itu dapat menunjang aktivitas warga lebih lagi.

"Kereta nya masih baru, pelayanan nya juga bagus dari petugas nya baik di stasiun maupun dalam keretanya. Informasi nya juga lengkap dari tiap-tiap papan pengumumannya," ucapnya.

Serupa dengan Juneadi, warga lainnya Teguh Imam Agus (38) pun menjadwalkan mencoba LRT bersama keluarganya hari ini. Dia memboyong anak dan istrinya untuk berjalan-jalan menggunakan transportasi umum yang baru tujuh hari diresmikan.

"Pingin coba aja. Rencananya belum tahu kita ke mana aja, ikuti nanti lihat petunjuk aja ke mana aja arahnya," ujar Teguh.

Teguh mengaku sempat kesulitan melakukan top up kartu elektronik mandiri menggunakan mesin yang tersedia. Namun selebihnya, dia mengatakan belum menemui kesulitan saat hendak mencoba LRT.

"Kita coba top up mandiri dari mesin tapi nggak bisa, jadi kita manual ke petugas, itu aja kendalanya," ungkap Teguh.

Meskipun tidak menggunakan LRT setiap hari, Teguh menuturkan sangat antusias dengan adanya transportasi baru tersebut di ibu kota. Dia berharap adanya LRT dapat mengurangi kemacetan di Jakarta.

"Kalau saya sangat setuju jika ada transportasi seperti ini. Transportasi massal yang bisa membawa publik lebih banyak, insya Allah kendaraan pribadi mungkin akan lebih berkurang ketika ini akan beroperasi, jadi kemacetan akan lebih berkurang," harapnya.

Sebagai informasi, LRT Jabodebek baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Senin, (28/8) lalu di Stasiun Cawang. Masa uji coba, tarif LRT Jabodebek dipatok Rp5 ribu hingga akhir September untuk semua rute.

Jajal LRT

detikcom mencoba menjajal LRT dari Stasiun Cawang ke arah Dukuh Atas pada Minggu (3/9/2023) siang. Suasana di stasiun terbilang lengang. Sejumlah penumpang dapat keluar masuk stasiun tanpa hambatan.

Tak butuh waktu lama, kereta dari arah Harjakukti tiba. Terlihat gerbong sudah padat oleh penumpang.

Gerbong LRT Jabodebek terlihat diisi oleh warga yang sedang liburan. Mereka tampak datang bersama keluarga maupun kerabat. Para penumpang juga terdiri dari berbagi usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga penumpang lanjut usia.

Warga Jakarta Selatan, Ratih Swastika, menuturkan memang telah menjadwalkan perjalanannya menjajal LRT hari ini. Dia megaku penasaran dengan kereta tanpa masinis itu.

"Emang rencana (mencoba naik LRT) hari ini sama suami, sama anak. Soalnya penasaran katanya keretanya tanpa masinis, keren aja gitu," kata Ratih.

Ratih bersama keluarganya naik dari Stasiun Dukuh Atas. Kemudian mereka memilih kereta tujuan Harjamukti, lalu kembali lagi ke Dukuh Atas.

Perempuan 38 tahun itu, mengungkapkan pengalamannya menjajal transportasi baru itu. Menurutnya akan lebih mudah jika hendak berpergian ke Bekasi, Jawa Barat karena adanya LRT.

"Nyaman sih, enak seru, cepat. Ini kayaknya sampe Bekasi rutenya lebih enak. Mudah banget, apalagi kalau punya rumah di Bekasi, udah nggak ribet nyari kendaraan umum," ungkap Ratih.

Senada dengan Ratih, Warga Bogor Lisa (34) pun sengaja mencoba naik LRT bersama keluarganya. Dari Bogor, mereka menggunakan kereta rel listrik (KRL) hingga Stasiun Cawang.

"Naik dari (stasiun) Cikoko karena saya naik KRL dulu," kata Lisa.

Lisa berujar tak mengalami kendala berarti saat menggunakan LRT. Hanya saya, menurutnya, tarikan pertama kereta tanpa awak itu terasa kurang smooth.

"Tadi cukup stabil sih, cuma pas tarikan pertamanya kurang smooth, syukurnya nggak ada gangguan berarti," imbuhnya.

Lisa mengaku pun bakal menjadi pengguna rutin LRT ke depannya. Hal itu sebab dirinya bekerja di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dan dekat dari stasiun LRT.

"Buat nanti yang rutin kerja di kuningan kayaknya enakan naik LRT deh. (Bakal jadi pengguna rutin) kemungkinan iya sampai Cawang, karena kerjanya di sekitar kuningan," pungkas lisa.




























Artikel ini telah tayang di news.detik.com dengan judul "Akhir Pekan Laris Manis bagi LRT yang Tanpa Masinis"