Hagia Sophia

04 September 2023

Vaksin COVID-19 Tidak Efektif untuk Varian Pirola, Ini Temuan Ahli

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/SilverV)

Belum lama ini dunia kembali dikejutkan oleh munculnya varian COVID-19 baru yaitu subvarian Omicron BA.2.86 atau lebih dikenal dengan varian Pirola. Kasus COVID-19 varian Pirola pertama kali dilaporkan di Denmark.

Berkaitan dengan bermunculannya varian baru COVID-19, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa vaksin COVID terbaru akan tersedia pada pertengahan September.

Awalnya vaksin COVID terbaru tersebut ditujukan untuk subvarian Omicron XBB.1.5. Namun, kini varian yang bermunculan di tengah masyarakat justru berbeda.

Varian COVID yang dominan saat ini adalah varian EG.5 yang dikenal sebagai Eris dan menyebabkan peningkatan angka kasus COVID tinggi di berbagai negara.

Direktur program magister kesehatan masyarakat Northeastern Neil Maniar mengatakan bahwa vaksin yang diperbarui tersebut seharusnya tetap memberikan perlindungan dari Eris. Sebab menurut Maniar, vaksin terbaru tersebut memang diformulasikan untuk melawan varian Omicron.

Lantas bagaimana dengan varian Pirola? Kemunculan varian Pirola ini mengundang kekhawatiran dari para ilmuwan. Proses pemeriksaan efektivitas vaksin baru pada varian Pirola pun sedang dilakukan.

"Varian ini sepertinya berbeda. Ada lebih banyak mutasi pada varian ini yang berarti varian ini akan memiliki kemampuan lebih besar untuk menghindari kekebalan yang diberikan oleh vaksin maupun infeksi alami," ucap Maniar dikutip dari Northeastern Global News, Minggu (3/9/2023).

"Kita harus mengawasi varian Pirola ini," sambungnya.

Hingga saat ini jumlah kasus akibat varian BA.2.86 masih tergolong rendah. Namun, dengan dengan lebih dari 30 mutasi protein spike, varian ini diprediksi dapat menimbulkan lonjakan kasus besar.

Selain di Denmark, varian ini dikabarkan sudah ditemukan di Israel, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Thailand, Swiss, Norwegia, Swedia, dan Afrika Selatan.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Varian Pirola Bisa Kabur dari Vaksin COVID-19? Begini Temuan Peneliti Sejauh Ini"