Hagia Sophia

30 September 2023

Perkiraan Pakar: Sel Telur dan Sperma Buatan Bisa Terwujud 5 Tahun Lagi

Foto ilustrasi. (Foto: Leon Neal/Getty Images)

Seorang peneliti di Jepang yang bernama Katsuhiko Hayashi mungkin telah menemukan solusi untuk mengatasi angka kelahiran yang rendah di Jepang. Peneliti dari Kyushu University itu berhasil membuat sebuah terobosan yang memungkinkan sel telur dan sperma manusia diciptakan di laboratorium.

Hal tersebut dilakukan lewat sebuah metode bernama in vitro gametogenesis (IVG). IVG sendiri merupakan proses pembentukan sel-sel gamet, yakni sel telur dan sel sperma, dari sel-sel tubuh manusia lainnya seperti kulit, darah, dan lain sebagainya.

Hayashi baru-baru ini berhasil mengujicobakan IVG pada dua ekor tikus jantan. Ia mengambil sel kulit dari salah satu tikus tersebut dan memodifikasinya menjadi sel telur yang persis dimiliki tikus betina. Sel telur tersebut kemudian dibuahi oleh sperma tikus jantan lainnya. Secara mengejutkan, proses tersebut berhasil melahirkan anak-anak tikus dalam kondisi sehat dan tanpa cacat.

Berdasarkan hasil ujicoba tersebut, Hayashi optimistis bisa melakukan hal serupa pada manusia dalam waktu 5-10 tahun yang akan datang.

"Mungkin butuh waktu 5 tahun untuk memproduksi sel telur serupa dari manusia, dan 10-20 tahun untuk melakukan uji coba sampai proses tersebut dianggap aman untuk dilakukan di klinik," ucap Hayashi, dikutip dari Daily Mail, Jumat (29/9/2023).

Hayashi mengatakan temuannya ini bisa membantu pasangan mandul untuk memiliki anak. Ia mengatakan ke depannya sel yang dimodifikasi lewat proses IVG tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan embrio yang nantinya dimasukkan ke dalam rahim wanita. Hanya saja, untuk saat ini Hayashi dan timnya masih belum menemukan cara untuk mengubah sel telur dan sel sperma hasil IVG menjadi embrio.

"Dari segi teknologi, saya pikir ini baru mungkin (pada manusia) dalam 10 tahun lagi," ucapnya.

Di sisi lain, temuan Hayashi tersebut juga memunculkan kekhawatiran. Misalnya, IVG bisa disalahgunakan oleh orang tua yang ingin memiliki anak 'sempurna' dengan susunan genetik tertentu yang tak wajar.

Selain itu, IVG juga memungkinkan orang yang tidak bertanggung jawab memiliki anak dari DNA orang lain tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan. Misalnya, mengambil DNA dari rambut artis untuk kemudian dimodifikasi menjadi sel telur.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ilmuwan Jepang Perkirakan Sel Telur dan Sperma Buatan Bisa Terwujud 5 Tahun Lagi"