Hagia Sophia

30 September 2023

Kemenkes: Ledakan DBD Diperkirakan Akhir 2023 atau Awal 2024

Foto: Getty Images/iStockphoto/auimeesri

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengungkap dampak akibat fenomena El Nino pada kasus demam berdarah dengue (DBD). Kemungkinan memicu ledakan DBD pada akhir 2023 dan awal tahun 2024.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu menyebut dalam 10 tahun terakhir, bahkan pengaruh El Nino bukan hanya berdampak pada kasus DBD.

"Jadi kemungkinan kita akan naik kasusnya (DBD) itu akan meledak nanti di akhir dan awal tahun. Kita justru waspada di situ. Surat edaran kami sudah dua kali diterbitkan terkait kewaspadaan terhadap DBD dan Kejadian Luar Biasa KLB) di daerah-daerah," beber dr Maxi dalam webinar sosialisasi DBD, Rabu (27/9/2023).

"Ini (El Nino) betul-betul korelasinya sangat tinggi. Jadi kan suhu naik, kemudian ya ada angin memengaruhi kecepatan nyamuk, lalu ada kelembaban, ada curah hujan, saya kira sudah pasti akan memengaruhi," sambung dia.

Kemenkes RI meminta sejumlah daerah padat penduduk mewaspadai kasus DBD. Pasalnya, nyaris seluruh provinsi di Indonesia berada di wilayah endemis.

"Tapi terutama daerah di kota-kota yang padat penduduknya banyak, ya Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta," beber dr Maxi.

"Itu menjadi perhatian sekalipun untuk daerah-daerah tertentu ya saya kira di kota manapun ya. Kalau faktor risiko lingkungan ya tempat-tempat perindukan nyamuk banyak, itu jadi prioritas juga sekalipun tempatnya kecil."

Sebagai catatan, Kemenkes RI sebelumnya mencatat sebanyak 35.694 kasus DBD di Indonesia hingga pekan ke-22 di awal 2023. Kasus paling banyak dilaporkan di Jabar dengan lebih dari 6 ribu kasus, sementara kematian melampaui 200 orang.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wanti-wanti Kemenkes, Ledakan Kasus DBD Imbas El Nino hingga Awal 2024"