Hagia Sophia

07 November 2023

Benarkah Dokter Israel Desak Militer untuk Serang RS Al Shifa di Gaza?

Situasi rumah sakit di Gaza. (Foto: AP/Abed Khaled)

Viral di media sosial unggahan dokter Israel mendesak militer untuk melakukan serangan ke RS Al Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza. Mereka mengklaim bahwa Rumah Sakit Al-Shifa di Jalur Gaza adalah basis "kelompok bersenjata Palestina" dan menyerukan pemboman terhadap rumah sakit tersebut.

Dikutip dari Anadolu Agency, laporan di situs berita Israel HaMedash, sekelompok dokter Israel, yang dikenal dengan nama Dokter untuk Hak-Hak Tentara Israel, menandatangani pernyataan yang menganjurkan pemboman Rumah Sakit Al-Shifa, yang telah dibombardir dalam 72 jam terakhir.

Pernyataan tersebut, yang didukung oleh para dokter yang bekerja di sistem layanan kesehatan, mengklaim bahwa pemboman Rumah Sakit Al-Shifa oleh militer Israel adalah "hak yang sah".

Mereka juga menuduh bahwa Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza, berfungsi sebagai basis bagi "kelompok bersenjata Palestina."

Deklarasi serupa yang menyerukan pemboman Rumah Sakit Al-Shifa juga pernah dikeluarkan, dan 47 rabi mendukungnya, dan membuat klaim serupa.

Di samping itu, ada kecaman luas terhadap pemboman di rumah sakit yang terus menerus terjadi. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Sabtu mengatakan dia "ngeri" dengan serangan itu.

"Gambar mayat yang berserakan di jalan di luar rumah sakit sangat mengerikan," katanya di platform X.

Berdasarkan aturan perang, serangan terhadap fasilitas sipil seperti rumah sakit dilarang. Israel mengklaim kelompok Palestina Hamas bersembunyi di dalam atau di sekitar fasilitas kesehatan tersebut.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Dokter Israel Disebut Desak Militer Bombardir RS Al Shifa di Gaza"