Hagia Sophia

07 November 2023

Ini Kata Pakar Terkait Nasi Merah untuk Diet

Foto: Getty Images/iStockphoto/NNK

Ada narasi yang menyebut, memakan nasi putih hangat lebih 'bikin gendut' dibandingkan nasi putih dingin. Menurut narasi tersebut, gula pada nasi putih hangat cenderung lebih tinggi dibandingkan pada nasi dingin. Sebenarnya, seperti apa sih penjelasannya secara medis?

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD menjelaskan, sebenarnya perkara hangat atau dinginnya nasi tidak mempengaruhi kadar gula. Alih-alih berfokus pada suhu, ia lebih menjelaskan perihal kadar serat yang dikandung pada nasi. Dalam hal ini, nasi merah diketahui memiliki kandungan serat lebih tinggi, sehingga dicerna dalam tubuh pun lebih lambat.

"Masalahnya bukan di situ (hangat atau dingin nasi). Masalah sehari-hari kita adalah pertama, jenis makanannya. Umumnya bukan masalah hangat atau tidak hangat. Jadi sumber makanan itu nanti bisa diketahui tentang apa yang disebut indeks glikemik namanya," terangnya dalam konferensi pers virtual, Senin (6/11/2023).

"Apakah dia lebih mudah dicerna atau lebih lambat karena banyak mengandung serat. Contoh sederhananya misalnya, nasi putih dengan beras merah. Jadi beras merah itu lebih banyak mengandung serat kemudian indeks glikemiknya lebih rendah. Artinya, kalau dikonsumsi dalam jumlah yang sama nasi putih lebih cepat meningkatkan gula dibandingkan nasi merah," imbuh Prof Ketut.

Namun begitu Prof Ketut mengingatkan, bukan berarti seseorang boleh-boleh saja mengkonsumsi nasi merah dalam jumlah berlebih. Pasalnya perihal diabetes, salah satu pemicunya yakni kondisi berat badan berlebih (obesitas), yang dipicunya juga oleh asupan kalori berlebih.

"Saya tekankan bahwa kita ini kalau mengkonsumsi karbohidrat terutama bukan masalah indeks glikemik saja, tetapi adalah total jumlah kalori yang dimakan," tutur Prof Ketut.

"Jadi jangan berasumsi beras merah bagus jadi boleh makan sebanyak-banyaknya. Itu yang nggak boleh. Semuanya ada takarannya. Takaran karbohidrat misalnya, 50 persen dari seluruh kalori yang dikonsumsi. Jadi 50 persen lainnya berasal dari lemak dan protein," pungkasnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Salah Kaprah Makan Nasi Merah untuk Diet, Begini Sorotan Pakar"