Hagia Sophia

30 December 2023

Ada 10 Ribu Kasus Diare di Gaza, WHO: Terjadi Lonjakan Penyakit Menular

Foto ilustrasi: reuters

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan adanya lonjakan penyakit menular di wilayah Gaza. Lebih dari 10.000 kasus diare dilaporkan, dengan angka kejadian pada anak-anak 25 kali lebih tinggi dari sebelumnya.

Kondisi ini membuat para petugas kesehatan terus waspada untuk mendeteksi munculnya penyakit menular, yang mungkin bisa memicu epidemi baru.

"Ini adalah cara kami mendeteksi munculnya penyakit yang dapat mengakibatkan epidemi dengan sangat, sangat, sangat cepat," kata Rick Brennan, Direktur Darurat Regional WHO untuk Wilayah Mediterania Timur.

Dikutip dari NPR, sebelumnya sistem kesehatan di Gaza cukup baik untuk mendeteksi wabah penyakit menular. Misalnya seperti mentransfer spesimen untuk diuji di laboratorium hingga menerapkan pengendaliannya.

Namun, sejak Israel menyerang, hampir semua fasilitas kesehatan di Gaza lumpuh. Hal ini yang dialami seorang dokter anak di Gaza, Tahrir Al-Sheikh.

Tahrir mengatakan saat ini tenaga kesehatan tidak bisa lagi melakukan penelitian apapun untuk mengatasi penyakit menular. Hal itu membuat penyakit infeksi semakin menyebar.

"Saya merawat bayi berusia 4 bulan yang buang air besar sebanyak 20 kali," kata Tahrir.

"Tapi, saya tidak bisa memberikan respons terhadap pengobatan apapun. Saya juga tidak bisa mendiagnosis kemungkinan adanya penyakit lain karena tidak memiliki peralatannya," lanjutnya.

Penyebab Munculnya Penyakit Menular

Direktur Komunikasi UNRWA, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB, Juliette Tourma, mengunjungi tempat penampungan yang diperuntukkan bagi 1.000 orang. Namun, saat ini sudah ditempati lebih dari 30 ribu orang.

"Ada 400 orang yang berbagi satu toilet, termasuk untuk mandi," katanya.

"Air yang tersedia tidak banyak, baik untuk mencuci maupun untuk tetap bersih. Tidak banyak perlengkapan kebersihan," beber Tourma.

Hal ini juga didukung lemahnya sistem kekebalan tubuh masyarakat di sana. Selain itu, cuaca musim dingin juga harus dihadapi, rumah yang rusak, kurangnya air bersih, sanitasi, dan kurangnya nutrisi menambah kemungkinan menyebarnya penyakit menular di sana.

"Ini adalah potensi besar terjadinya penyakit menular," kata Amber Alayyan, Wakil Manajer Program Doctors Without Borders di wilayah Palestina.

"Jika Anda tidak punya akses terhadap antibiotik karena tidak bisa ke dokter, maka pengobatan yang sangat sederhana bisa berubah menjadi penyakit yang sangat mematikan. Ini benar-benar bencana menular yang sudah menunggu," jelasnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cerita Tim Medis Tangani Lonjakan Penyakit di Gaza, Ada Bayi BAB hingga 40 Kali"