Hagia Sophia

30 December 2023

Arkeolog Peru Temukan Kuburan Mumi Ribuan Tahun Lalu

Reruntuhan situs Pachacámac di Peru. Foto: K.D. Leperi/Scientific American

Para arkeolog di Peru menemukan kuburan setidaknya 73 mumi yang berasal dari sekitar 1.000 tahun yang lalu, beberapa ratus tahun sebelum suku Inca mengambil alih bagian barat Amerika Selatan.

Masing-masing dari 73 individu tersebut dibungkus dengan kain yang beberapa di antaranya berwarna-warni. Beberapa jenazah pria dan wanita dikuburkan dengan menggunakan topeng yang terbuat dari kayu berukir dan keramik yang disebut false head (kepala palsu).

"Kuburan tersebut ditemukan di dekat Lima di situs arkeologi Pachacámac, milik budaya Wari. Mereka dimakamkan di dekat Kuil Lukis Wari dan dibangun antara tahun 800 hingga 1100, saat Kerajaan Wari berkembang di wilayah tersebut," kata Krzysztof Makowski, kepala penelitian arkeologi di situs tersebut dan arkeolog di Pontifical Catholic University of Peru.

Dikutip dari Scientific American, Jumat (29/12/2023) penggalian arkeologi itu juga menemukan keberadaan keramik warna-warni di beberapa kuburan. Suku Wari terkenal dengan mumi yang terpelihara dengan baik, karya seni yang rumit, termasuk keramik dan kain yang dirancang dengan rumit. Mereka juga melakukan ritual mengorbankan manusia dan menggunakan halusinogen.

Temuan tongkat kayu

Selain itu, para arkeolog menemukan dua tongkat kayu di dekat kuburan di sisa-sisa pemukiman terdekat. Mereka ditemukan dalam sisa-sisa cangkang tiram berduri (Spondylus Princeps) yang mungkin diimpor dari tempat yang sekarang disebut Ekuador, yang terletak di utara Kekaisaran Wari.

Kedua tongkat tersebut telah mengukir ikonografi yang menunjukkan bahwa orang-orang di Pachacámac memiliki tingkat kontak tertentu dengan orang-orang di kerajaan Tiwanaku, yang terletak di selatan Kekaisaran Wari di tempat yang sekarang menjadi bagian dari Peru, Bolivia, dan Chili.

Masing-masing tongkat memiliki ukiran yang menggambarkan seorang pejabat yang mengenakan tutup kepala yang mirip dengan yang dikenakan orang-orang di kerajaan Tiwanaku.

Penggalian di Pachacámac dan analisis sisa-sisanya sedang berlangsung. Dalam bahasa Quechea yang dituturkan oleh penduduk asli Andes, nama Pachacámac berarti orang yang memberi kehidupan pada Bumi.

Penelitian arkeologi ini menunjukkan bahwa Pachacámac adalah pemukiman yang relatif sederhana pada masa Kekaisaran Wari tetapi kemudian berkembang pesat pada masa Inca yang berkembang pada abad ke-15. Situs ini menjadi lokasi utama peribadatan keagamaan pada masa suku Inca pada abad ke-15.



























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Aneh, Arkeolog Peru Temukan Kuburan Mumi Berbalut Kain Warna-warni"