Hagia Sophia

09 December 2023

Ini Cirinya Bila Anak Kena Pneumonia, Salah Satunya Sesak Napas

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/kan2d

Belakangan ramai kasus pneumonia yang menyerang anak-anak. Pneumonia bisa disebabkan berbagai jenis bakteri, infeksi virus, atau jamur. Jenis bakteri yang paling umum menyebabkan pneumonia seperti streptococcus pneumoniae hingga mycoplasma pneumoniae yang lebih sering terjadi pada anak-anak.

Menurut dokter spesialis ilmu kesehatan anak subspesialis kesehatan anak respirologi RS Pondok Indah, dr Wahyuni Indawati, SpA, Subsp Resp, pneumonia masih menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai. Pada anak-anak, penyakit ini biasanya berasal dari infeksi pernapasan akut atas (ISPA).

"Umumnya gejala pneumonia diawali dengan demam, batuk atau pilek, kemudian diikuti oleh gejala sesak napas yang biasanya terjadi dalam 14 hari dan bersifat akut," jelas dr Wahyuni dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (8/12/2023).

Salah satu gejala pneumonia yang kerap tidak disadari adalah sesak napas. dr Wahyuni mengatakan gejala ini ditandai dengan usaha bernapas yang berat, seperti tarikan dinding dada saat bernapas maupun napas pada cuping hidung.

"Adanya sesak napas menjadi indikasi anak kekurangan oksigen. Jika hal ini terjadi pada anak Anda, segera bawa ia ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut," bebernya.

Lalu, bagaimana mengetahui pasti apakah si kecil mengalami sesak napas?

dr Wahyuni mengungkapkan hal ini bisa diketahui dengan menghitung frekuensi napas anak dalam satu menit. Untuk bisa mengetahui anak bernapas cepat, bisa dengan meletakkan tangan pada dada anak.

Sesak napas ditandai dengan frekuensi napas cepat, yakni:
  • Lebih dari 60 kali/menit untuk usia kurang dari 2 bulan
  • Lebih dari 50 kali/menit untuk usia 2 bulan - 1 tahun
  • Lebih dari 40 kali/menit untuk usia 1 tahun - 5 tahun
  • Lebih dari 30 kali/menit untuk usia lebih dari 5 tahun




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tanda 'Warning' Sesak Napas saat Anak Kena Pneumonia, Ini Cirinya"