Hagia Sophia

29 December 2023

Ini Varian COVID-19 yang Dominan Memicu Kenaikan Kasus

ilustrasi pasien COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn)

Kasus COVID-19 secara global menurut laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga 17 Desember 2023. Lebih dari 850 ribu kasus terkonfirmasi COVID-19, sementara kematian tercatat di angka 3 ribu kasus.

Ada peningkatan kasus konfirmasi sebanyak 52 persen, sementara penambahan kasus kematian menurun sebanyak 8 persen dibandingkan periode 28 hari sebelumnya yakni di rentang 23 Oktober hingga 19 November.

Meski begitu, WHO meminta setiap negara berhati-hati dengan laporan kasus resmi, tidak selalu menggambarkan tren sebenarnya yang terjadi di masyarakat.

"Tren jumlah kasus baru dan kematian yang dilaporkan harus ditafsirkan dengan hati-hati karena penurunan testing dan sequencing, serta penundaan pelaporan di banyak negara," demikian pesan WHO dalam laporan mingguan COVID-19, dikutip dari laman resminya Kamis (28/12/2023).

Tren Kematian dan Pasien ICU di RI

WHO mencatat wilayah Asia Tenggara melaporkan lebih dari 9.200 kasus baru, peningkatan sangat signifikan, sebesar 388 persendibandingkan dengan periode 28 hari sebelumnya. Sebanyak 3 dari 10 negara mencatat peningkatan presentasi kasus baru tertinggi, di atas 20 persen.

Urutan pertama ditempati India dengan peningkatan 520 persen, kedua Sri Lanka 105 persen, ketiga Thailand lebih dari 79 persen.

Sementara jumlah kasus baru terbanyak di Asia Tenggara diidentifikasi di Indonesia yakni 3.725 kasus dalam empat pekan hingga 17 Desember 2023.

"Jumlah kematian baru dalam 28 hari di Asia Tenggara juga meningkat sebesar 317 persen, dibandingkan periode 28 hari sebelumnya, dengan 50 kematian baru dilaporkan. Paling atas jumlah kematian baru dilaporkan dari India, ada 21 kematian baru, peningkatan mencapai 425 persen, Thailand 16 kematian baru, peningkatan 220 persen, dan Indonesia 12 kematian baru," sambung WHO.

Varian Apa yang Dominan?

COVID-19 varian JN.1 atau sublineage dari BA.2.86 mulai mendominasi sejumlah kasus di banyak negara. WHO menetapkan varian ini sebagai variant of interest (VOI), jauh lebih tidak berbahaya dibandingkan variant of concern (VOC).

"JN.1 menyumbang 27,1 persen dari genome sequencing minggu ke-48 dibandingkan dengan 3,3 persen pada minggu ke-44," terang WHO.

"Di antara 36 negara yang secara konsisten melaporkan jumlah rawat inap baru, 12 negara mencatat peningkatan sebesar 20 persen," sorot WHO.

Indonesia menjadi negara dengan ketiga terbanyak mencatat peningkatan rawat inap, yakni 149 pasien, terjadi peningkatan 255 persen jika dibandingkan dengan catatan 28 hari sebelumnya yani 42 pasien.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO: Pasien COVID-19 Rawat Inap di RI Naik Lebih dari 200 Persen"