Hagia Sophia

09 January 2024

Ini Sosok Carina Peneliti Vaksin AstraZeneca yang Disinggung Ganjar di Debat Capres

Vaksin COVID-19 AstraZeneca. (Foto: Agung Pambudhy)

Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyinggung sosok Carina selaku salah seorang peneliti vaksin AstraZeneca. Ditegaskannya, Carina adalah salah satu sosok dari Tanah Air yang patut didukung potensinya selaku seorang intelektual.

Hal itu disampaikan Ganjar dalam bahasan terkait upaya mendorong aset budaya di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Ganjar menyinggung pentingnya konsep 'viralisme' dalam mendorong orang-orang berpotensi di Indonesia. Menurutnya, teknologi digital yang sudah mendunia bisa menjadi peluang untuk orang-orang berpotensi.

"Ketika kemudian ada yang konvensional, kita mendorong agar diplomat kita duta besar kita untuk menjadi tenaga pemasar, mereka menjadi fasilitator, mereka juga kemudian mempromosikan yang ada di dalam negeri maupun menarik yang potensi di luar negeri ke dalam negeri dengan berbagai kerja sama dan fasilitas dari negara. Maka viralisme sebenarnya bagian yang bisa kita dorong dari Tanah Air," tuturnya dalam Debat Capres Ketiga, Minggu (7/1/2024).

"Kalau kita lihat NIKI, Rich Brian, Carina seorang intelektual yang hebat sekali menemukan antivirus AstraZeneca. Dia Diaspora yang hebat, kita promosikan, kita viralkan," ujarnya lebih lanjut.

Mengenal Sosok Carina

Sosok Carina yang disinggung oleh Ganjar adalah Carina Citra Dewi Joe. Ia tergabung dalam tim pengembang proses manufaktur skala besar GMP Oxford atau vaksin COVID-19 AstraZeneca, yang juga digunakan di Indonesia sepanjang pandemi COVID-19.

Dalam risetnya, Carina ikut bertugas memproduksi vaksin COVID-19 dalam skala besar, serta selesai dalam waktu singkat. Tujuannya, tak lain agar vaksin yang dikembangkan di Jenner Institute Oxford University tersebut bisa segera digunakan baik dalam clinical trial maupun secara masif.

Setelah lulus pendidikan S1 dengan jurusan bioteknologi, Carina mengikuti magang di sebuah perusahaan Australia, yang kemudian menawarkannya studi lebih lanjut hingga meraih gelar PhD untuk menunjang kariernya dalam bidang penelitian.

Ia meraih gelar PhD Biotechnology di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia. Pengalamannya itulah yang mendorongnya hingga akhirnya bisa terlibat dalam riset vaksin AstraZeneca untuk COVID-19.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Disinggung Ganjar di Debat Capres, Ini Sosok Carina Peneliti Vaksin AstraZeneca"