Hagia Sophia

18 January 2024

Pria dengan Jaringan Berlebih di Dada Miliki Risiko Kematian Dini

Ilustrasi kematian. (Foto: Thinkstock)

Riset baru menunjukkan pria yang memiliki jaringan berlebih di dada atau payudaranya, berisiko kematian dini.

Kelompok ini memiliki kemungkinan sepertiga lebih besar untuk meninggal pada usia 75 tahun dibandingkan mereka yang bebas dari kondisi tersebut, demikian temuan peneliti Denmark.

Terlebih, jika pasien juga ternyata memiliki risiko komorbid lain, risikonya bahkan meningkat sampai 14 kali lipat.

Pembesaran jaringan payudara pada pria biasanya disebabkan ketidakseimbangan hormon hingga obesitas. Para peneliti yang terlibat dalam penelitian ini juga berpendapat kondisi tersebut dilatarbelakangi ginekomastia.

"Penyakit ini menyerang sekitar sepertiga hingga dua pertiga pria, bergantung pada usia mereka," lapor para peneliti, dikutip dari Daily Mail, Rabu (17/1/2024).

Dalam penelitian pertama, para ahli Rumah Sakit Universitas Kopenhagen Rigshospitalet memeriksa data lebih dari 23.000 pria yang mengidap ginekomastia.

Masing-masing dipasangkan dengan lima pria yang dipilih secara acak tanpa kondisi tersebut, sebagai kelompok kontrol.

Semua kelompok dipantau hingga Juni 2021. Beberapa dilacak selama lebih dari dua dekade.

Hasil yang dipublikasikan jurnal BMJ Open menunjukkan 9 persen pria tanpa ginekomastia meninggal selama masa penelitian. Sementara secara keseluruhan, kematian dini terjadi pada 37 persen pria yang memiliki 'moob' atau dada yang lebih besar.

Para peneliti mencatat bahwa temuan mereka bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan ginekomastia merupakan satu-satunya pemicu kematian dini pada pria pemilik dada lebih besar.

Tim peneliti mengatakan dalam risetnya, tidak memperhitungkan faktor-faktor seperti obesitas, paparan bahan kimia yang mengganggu hormon, dan penggunaan steroid.

Mereka berpendapat bahwa ginekomastia 'sangat terkait' dengan sejumlah risiko kesehatan dan mungkin obat yang digunakan untuk mengobatinya.

Ginekomastia paling sering terjadi pada remaja laki-laki dan pria lanjut usia.

Hal ini dipicu oleh obesitas serta ketidakseimbangan antara kadar testosteron dan estrogen, yang dapat terjadi pada remaja laki-laki saat melewati masa pubertas atau pada pria lansia karena mereka memproduksi lebih sedikit testosteron seiring bertambahnya usia.

Tanda-tanda atau gejalanya bervariasi, mulai dari sejumlah kecil jaringan ekstra di sekitar puting susu hingga payudara yang lebih menonjol. Ini dapat mempengaruhi satu atau kedua payudara.

Terkadang, jaringan payudara terasa nyeri atau nyeri, tetapi hal ini tidak selalu terjadi.

Perawatan yang dianjurkan adalah pengobatan untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormon atau pembedahan untuk menghilangkan kelebihan jaringan payudara.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Riset Baru Ungkap Pria dengan Bentuk Dada Seperti Ini Berisiko Mati Muda"