Hagia Sophia

18 January 2024

Jelang Pilpres 2024, Banyak Orang Dilanda Kecemasan Akibat Berita di Medsos

Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Keriuhan berita terkait Pilpres 2024 terus bermunculan tiada henti. Hal ini membuat banyak orang dilanda kecemasan karena pemberitaan hingga konten sosial media setiap harinya.

Situasi ini kerap dikaitkan dengan kondisi election stress disorder yang dikeluhkan banyak orang. Siapa sangka, ternyata kondisi ini ternyata benar-benar ada.

Apa Itu Election Stres Disorder?

Psikiater Mayo Clinic Dr Robert Bright menjelaskan election stress disorder sebenarnya bukanlah diagnosis ilmiah, tetapi efeknya begitu nyata. Seseorang bisa mengalami kecemasan yang berlebihan dengan banyak efek yang bisa muncul.

"Kita menyadarinya di tubuh kita, ketegangan di bahu kita. Terkadang orang mengalami gangguan gastrointestinal hingga sakit kepala," kata dr Bright, dikutip dari Mayo Clinic.

"Orang-orang sulit tidur. Ada banyak gangguan tidur yang terjadi saat ini, gelisah, tidak bisa tidur, atau malah mengalami mimpi buruk tentang pemilu," sambung dia.

Tanda-tanda Election Stress Disorder

Ada beberapa kondisi yang menandakan seseorang mengalami election stress disorder. Selain gelisah, seseorang bisa merasa takut, emosi yang begitu kompleks, merasa sangat waspada, hingga terus mencari berita soal pasangan calon presiden yang diminati.

Tak hanya itu, kebanyakan juga merasa khawatir akan tertinggal perkembangan terbaru pemberitaan yang ada. Hal ini membuatnya rutin mengecek ponsel setiap jam untuk mencari informasi terbaru.

"Jika kamu memilih orang ini atau orang itu, kamu seperti tidak bisa menerima hal-hal buruk yang mungkin sedang dibicarakan terkaitnya," jelasnya.

Menurut dr Bright, saat informasi negatif terkait itu terus-menerus terbaca, akan mempengaruhi emosi seseorang beberapa saat. Hal ini bisa membuat seseorang tersinggung, tidak sadar membentak orang lain, tidak percaya pada orang lain, hingga memandang seseorang sebagai orang lain atau sama.

Kondisi inilah yang disebut mempengaruhi hubungan seseorang, baik dengan kerabat, teman kerja, hingga keluarga.

Penyebab Stres yang Muncul

dr Bright mengungkapkan penyebab utama dari stres yang muncul di tengah keriuhan pemilu ini ada kaitannya dengan perasaan tidak terkendali.

"Satu hal yang bisa kita lakukan dalam pemilu ini adalah kita bisa memilih," beber dr Bright.

"Kita bisa mengambil kendali pribadi, dan suara kita sama lantangnya dengan suara orang lain. Dan itulah indahnya hidup dalam demokrasi. Kita masing-masing punya kepentingan yang sama," sambungnya.

Apakah Election Stress Disorder Wajar?

Menurut dr Bright, masih wajar jika seseorang mengkhawatirkan banyak hal. Namun, saat stres berdampak buruk pada hidup seseorang, itu bisa memicu kecemasan hingga depresi.

"Jika hal tersebut menyebabkan gangguan, jika hal tersebut menyebabkan depresi dan kesedihan klinis, dan air mata, dan tentu saja perasaan putus asa atau tidak berdaya yang berkembang menjadi perasaan putus asa atau bahkan pikiran untuk bunuh diri, tentu saja, pada saat itu, inilah saatnya untuk mencari bantuan profesional," tutur dr Bright.

"Dan mencari bantuan bisa berupa terapis profesional atau psikiater untuk menangani apa yang menjadi depresi klinis pada saat itu. Bisa saja dengan menghubungi teman dan jaringan sosial. Tetap terhubung itu sangat penting," pungkasnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Fakta-fakta Election Stress Disorder, Gangguan Kecemasan Jelang Pemilu"