Hagia Sophia

02 March 2026

Bukan Hanya UPF, Makanan Ini Juga Berisiko Picu Kanker Usus Besar

Foto ilustrasi: Istock

Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, konsumsi makanan olahan atau Ultra-Processed Food (UPF) menjadi hal yang sulit dihindari. Mulai dari makanan cepat saji (fast food) hingga berbagai produk makanan beku (frozen food) yang tersedia di supermarket umumnya telah melalui proses pengolahan yang panjang.

Namun, di balik kemudahannya, pakar kesehatan memperingatkan adanya risiko serius yang mengintai, salah satunya adalah meningkatnya insiden kanker kolon atau kanker usus besar.

Spesialis penyakit dalam konsultan onkologi medis, dr Suyanto, SpPD menegaskan bahwa UPF secara medis dikategorikan sebagai asupan yang tidak sehat. Meski demikian, ia mengakui bahwa masyarakat urban saat ini hampir mustahil melepaskan diri sepenuhnya dari produk olahan tersebut.

"UPF itu memang tidak sehat, itu sudah pasti. Tapi di dalam kehidupan modern kita, hampir semuanya sudah melalui proses. Fast food dan makanan di supermarket saat ini mayoritas adalah UPF," ungkapnya saat ditemui detikcom, Kamis (26/2/2026).

Risiko kanker dan UPF

Terkait melonjaknya kasus kanker kolon, dr Suyanto menjelaskan bahwa hal ini tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi berbagai variabel. Selain karena metode diagnosis yang kini jauh lebih awal dan akurat, pola diet memegang peranan kunci.

UPF menjadi salah satu faktor risiko utama karena biasanya rendah serat, tetapi tinggi akan bahan tambahan pangan sintetik, gula, dan lemak jenuh yang dapat memicu peradangan pada saluran pencernaan.

Selain konsumsi UPF, dr Suyanto juga menyoroti kebiasaan mengonsumsi daging merah secara berlebihan.

"Bukan cuma UPF, ada banyak faktor lain dalam diet kita. Misalnya, konsumsi red meat (daging merah) yang terlalu sering juga dapat meningkatkan risiko kanker usus," jelasnya.

Hal ini sejalan dengan peringatan organisasi kesehatan dunia yang mengategorikan daging olahan sebagai karsinogen karena proses pengawetannya yang dapat merusak lapisan usus dalam jangka panjang.

Faktor lain pemicu kanker

Gaya hidup sedentari atau kurang gerak juga menjadi faktor komplementer yang memperparah risiko tersebut. Menurut dr Suyanto, kanker tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari akumulasi pola hidup yang buruk selama bertahun-tahun. UPF yang tinggi kalori namun rendah nutrisi sering kali memicu obesitas, yang secara medis telah terbukti menjadi salah satu pemicu utama munculnya sel kanker akibat ketidakseimbangan metabolisme tubuh.

Sebagai langkah pencegahan, dr Suyanto sangat menyarankan masyarakat untuk mulai membatasi konsumsi makanan olahan sedini mungkin. Meski dunia modern menawarkan kecepatan, kesehatan jangka panjang tetap harus menjadi prioritas utama.

"Bagaimanapun juga, UPF itu unhealthy. Jadi sebisa mungkin jumlah konsumsinya dikurangi," pungkasnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bukan Cuma UPF! Onkolog Ungkap Makanan Ini Berisiko Picu Kanker Usus Besar"