![]() |
| Foto: iStock |
Dua kasus campak terkonfirmasi di Australia pada Februari 2026, melibatkan anak perempuan yang tidak divaksinasi, bepergian dari Jakarta ke Sydney, keduanya positif melalui PCR.
Tren kasus suspek campak dalam beberapa bulan terakhir juga dilaporkan meningkat signifikan, dengan rata-rata di atas 5 ribu kasus. Merespons itu, Kemenkes RI akan mengupayakan percepatan imunisasi.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI Andi Saguni percepatan imuniasi akan dilakukan khususnya di daerah dengan cakupan rendah.
"Penguatan imunisasi kita lakukan secara rutin dan imunisasi kejar vaksinasi campak-rubela (MR) terutama pada wilayah dengan cakupan rendah. Itu kita lakukan," kata Andi dalam konferensi pers Kamis (26/2/2025).
Tak hanya itu, Kemenkes juga menyiapkan imunisasi MR tambahan di daerah yang mengalami KLB campak sepanjang 2025 hingga 2026. Program ini bersifat khusus dan dipercepat.
"Pemberian imunisasi MR tambahan pada daerah-daerah dengan KLB tahun 2025-2026. MR tambahan ini merupakan crash program," ujarnya.
Program tambahan tersebut akan menyasar anak usia dini. Kemenkes menargetkan kelompok PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai prioritas awal.
"Kita akan mulai lakukan pada kelompok PAUD dan TK. Itu kita akan mulai minggu depan," tegasnya.
Adapun lima provinsi dengan kejadian luar biasa (KLB) terbanyak sepanjang 2025 meliputi:
- Jawa Timur
- Banten
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Aceh.
Sementara lima provinsi dengan KLB terbanyak sepanjang 2026:
- Sumatera Barat
- Sumatera Selatan
- DIY
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Buntut Laporan di Australia, Kemenkes Percepat Imunisasi Campak Pekan Depan"
