Hagia Sophia

05 February 2023

Kapan Waktu yang Tepat untuk Periksa Kanker Payudara?

Kapan waktu terbaik untuk periksa kanker payudara (Foto: Shutterstock)

Pada saat ini, kasus kanker di Indonesia menjadi perhatian yang luar biasa. Peningkatan angka kasus dan kematian karena kanker diketahui terus meningkat.

Ketika ditemui di perayaan Hari Kanker Sedunia 2023 di Hotel Shangri-La, Sabtu (4/2/2023), Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi (PORI) Prof Dr dr Soehartati Gondhowiardjo,SP.Onk.Rad(K) mengungkapkan jika kasus kanker di Indonesia menjadi nomor 11 di dunia.

"Kita lihat bahwa kanker memang merupakan penyebab kematian tertinggi dan juga karena angka kejadiannya yang terus meningkat. Saat ini Indonesia nomor 11 di dunia dan nomor 4 di Asia. Dan diperkirakan bahwa terjadi peningkatan angka kejadian kanker," ujar dr Tati.

Salah satu penyebab banyaknya kasus kematian karena kanker di Indonesia juga disebabkan oleh terlambatnya pasien melakukan pengobatan. Tercatat hanya 30 persen pasien kanker yang berobat dalam kondisi stadium awal.

Padahal diketahui, banyak pengidap kanker yang akhirnya sembuh karena ditangani cepat dengan pengobatan yang tepat.

"Data yang kami miliki bahwa Hospital Based Cancer Registry (HBCR), 30 persen pasien kita datang dalam keadaan stadium satu dan dua. Padahal kita tahu bahwa stadium satu dan dua adalah jalan menuju kesembuhan pada penderita kanker," sambung dr Tati lagi.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Periksa?

Menurut dr Tati, setiap kasus kanker tidak bisa disamaratakan. Dalam kasus seperti kanker payudara, orang-orang bisa melakukan pemeriksaan mulai dari usia 40 tahun.

"Sebenarnya tergantung frekuensi jenis kankernya jadi tidak bisa diglobalkan. Kalau misalnya pada kanker payudara, misalnya dilakukan monografi dari usia 40 tahun, 2 tahun sekali," ungkap dr Tati.

Namun lebih lanjut, semua itu tetap harus melihat beragam faktor risiko yang dimiliki oleh seseorang. Jika seseorang memiliki faktor risiko kanker seperti keturunan atau hidup di lingkungan yang tidak sehat, maka sebaiknya orang itu bisa melakukan pemeriksaan lebih dini lagi.

"Kecuali kalau wanita tersebut memiliki faktor risiko. Jadi untuk pemeriksaan dini kita harus mensosialisasikan pertama faktor risiko dari terjadinya kanker," ucap dr Tati.

"Tentunya semakin seseorang memiliki faktor risiko harus lebih cepat memeriksakannya. Jadi ada skrining yang harus dilakukan dan memang harus kita sadari bahwa tidak semua (pemeriksaan) kanker bisa dilakukan sendiri," sambungnya lagi.

dr Tati lantas menyarankan untuk masyarakat bisa melakukan pengecekan kesehatan setiap tahun sekali. Harapannya jika ada penyakit berbahaya seperti kanker bisa dideteksi dengan lebih cepat.

"Akan tetapi minimal kalau kita melakukan medical check-up setahun sekali, mudah-mudahan akan tertangkap (penyebab kankernya)," pungkas dr Tati.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kapan Waktu yang Tepat untuk Periksa Kanker Payudara? Begini Kata Ahli"