Hagia Sophia

05 February 2023

Asap Rokok Jadi Salah Satu Pemicu Kanker

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth)

Kanker menjadi salah satu penyebab kasus kematian paling besar di dunia. Di Indonesia sendiri, penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang paling menjadi perhatian.

Dikutip dari GLOBOCAN, kasus baru kanker yang terjadi di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 396.914. Dari semua kasus tersebut, hampir semuanya pasien berobat pada saat sudah stadium lanjut.

Hal ini rupanya tak lepas dari beragam penyebab penyakit kanker yang tidak terdeteksi sebelumnya. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan jika ada beberapa hal yang menjadi penyebab kanker. Hal itu diketahuinya ketika berkomunikasi dengan CEO dari Moderna, Stephane Bancel.

"Jadi saya ketemu Stephane Bancel ini CEO-nya Moderna, dia bilang kanker itu penyebabnya 3 ada tiga. Saya rasa ini 3 penyebab utama pada kanker. Yang pertama itu virus, itu yang saya bercita-cita untuk menghilangkannya dari dunia ini," ucap Menkes Budi ketika ditemui di acara Hari Kanker Sedunia 2023 di daerah Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2023).

Selain itu, salah satu penyebab utama penyakit kanker yang terjadi di Indonesia adalah karena lingkungan seperti dari paparan asap rokok. Hal ini tentu nampak sangat jelas bila melihat di Indonesia memiliki banyak sekali jumlah perokok aktif maupun pasif.

"Nomor dua gara-gara lingkungan, kebanyakan asap rokok atau UV atau segala macem," sambung Menkes Budi.

Yang terakhir dan harus paling diwaspadai menurut Menkes Budi adalah karena faktor genetika ataupun keturunan. Hal itu terjadi karena faktor tersebut sangat sulit untuk diprediksi.

"Yang ketiga yang paling susah hati-hati ya, ini perubahan genetik yang dia tidak tahu. Anda umur 40 atau 50 tahu-tahu berubah aja genetiknya, atau umur 60 tiba-tiba berubah genetiknya," lanjutnya lagi.

Walau begitu, Pemerintah pada saat ini terus mengupayakan berbagai peralatan untuk mempercepat deteksi kanker. Salah satunya adalah memperbanyak alat Genome Sequencing yang digunakan untuk melakukan penelitian di bidang genetik.

"Nah saya tuh sekarang sudah mulai karena belajar mengenai genetik, sekarang kita sudah pasang yang tadinya cuman 8 genome sequence center, sekarang saya punya akhir tahun lalu 50 (genome sequence) di seluruh Indonesia," pungkas Menkes Budi.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes Ungkap Biang Kerok Pemicu Kanker, Salah Satunya Asap Rokok"