Hagia Sophia

10 May 2023

Bagaimanakah Kondisi Otak Manusia Jelang Meninggal? Ini Kata Pakar

Foto: Getty Images/janiecbros/Ilustrasi studi otak

Ilmuwan dari University of Michigan di AS mendeteksi lonjakan aktivitas otak pada dua orang saat menjelang kematian. Hal ini juga terjadi pada hewan yang jantungnya berhenti berdetak.

Dilansir dari laman Science Alert, adanya gelombang otak pada saat menjelang kematian pertama kalinya dicatat pada tahun lalu.

Dalam catatannya, adanya gelombang gamma atau lonjakan dalam satu jenis aktivitas otak, bersamaan dengan perubahan frekuensi lainnya.

Jimo Borjigin, seorang ahli saraf bersama rekannya mencari tahu kesejajaran otak manusia yang sekarat setelah henti jantung dengan tikus sebagai medianya.

Penelitian sejak 2013 ini mengatakan bahwa lonjakan aktivitas ini merupakan alur biologis saat mendekati kematian.

Lonjakan Gelombang Gamma

Sebuah kasus dari seorang pasien yang meninggal di unit perawatan intensif saraf di Michigan Medicine, pusat medis akademik Universitas Michigan sejak 2014, ditinjau oleh tim.

Empat pasien yang meninggal setelah henti jantung atau pendarahan otak, dua di antaranya diidentifikasi terjadi lonjakan gelombang gamma pada salah satu bagian otak yang menyebar dan ditangkap oleh rekaman elektroensefalografi (EEG).

Lonjakan gelombang gamma ini awalnya terdapat pada area otak yang dikenal sebagai 'zona panas' atau korelasi saraf kesadaran.

Aktivitas otak ini terjadi serupa pada orang yang sedang bermimpi dan pasien kejang yang mengalami halusinasi dan pengalaman di luar tubuh.

Para peneliti mencoba menjelaskan bagaimana 'zona panas' kesadaran potensial ini mencakup area sensorik otak. Namun, tidak ditunjukkannya adanya proses kesadaran meningkat pada pasien di otak yang sekarat.

Hubungan Kematian dan Aktivitas Otak Belum Terbukti

Meski dideteksi lonjakan gelombang gamma, namun tidak ada bukti dari seorang pasien yang selamat dan menceritakan apa yang dilihat dan dirasakan saat menjelang kematian dan menghubungkan dengan aktivitas otak.

Selain itu, tidak semua orang percaya dengan pengalaman di luar tubuh yang berhubungan dengan kematian.

Peristiwa ini mungkin disebabkan adanya tekanan peristiwa jantung yang membuat otak kurang oksigen.

Dua dari empat pasien yang menunjukkan lonjakan gamma ini menjadi media penelitian dan 10 kasus lainnya yang ditinjau, mereka disertai dengan hipoksia yang meluas di seluruh otak dan kekurangan oksigen.

Studi lain juga menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dalam gelombang otak pada beberapa pasien.

Borjigin dan rekannya mengatakan bahwa mungkin saja lonjakan gelombang gamma ini merupakan proses patologis pada tahap kematian dan tidak terkait dengan proses kesadaran.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut tentang kesadaran selama serangan jantung yang bisa menjadi mekanisme kesadaran manusia.





























Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul "Ilmuwan Ungkap Kondisi Otak Manusia saat Menjelang Kematian"