Hagia Sophia

17 May 2023

Beberapa Obat Nyeri Sendi yang Ampuh dan Mudah Didapatkan

Foto: Ilustrasi nyeri sendi (iStock)

Obat nyeri sendi dapat menjadi solusi tercepat saat nyeri sendi sedang kambuh. Nyeri sendi dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Nyeri sendi mengacu pada rasa sakit, ketidaknyamanan, dan nyeri pada salah satu sendi di tubuh.

Dikutip dari situs Mayo Clinic, nyeri sendi umumnya dirasakan disebabkan oleh artritis atau peradangan pada sekitar persendian di tubuh. Nyeri sendi ringan biasanya hanya menyebabkan rasa sakit sesaat sesudah melalukan aktivitas tertentu. Sedangkan nyeri sendi yang sudah cukup berat akan terasa menyakitkan walaupun hanya melakukan gerakan kecil.

Tak jarang juga nyeri sendi muncul akibat aktivitas yang tidak biasa bagi sendi, seperti saat pertama kali berolahraga. Tetapi umumnya nyeri sendi tidak sampai memerlukan perawatan ke rumah sakit. Saat nyeri sendi kambuh, ada beberapa obat nyeri sendi yang dapat dikonsumsi untuk meredakan rasa sakit yang ditimbulkan oleh nyeri sendi.

Daftar Obat Nyeri Sendi di Apotek

Beberapa obat nyeri sendi dapat ditemukan dengan mudah di apotek dan cukup ampuh untuk meredakan rasa sakitnya. Jika nyeri sendi terasa sangat parah, dibutuhkan obat nyeri sendiri yang berasal dari resep dokter. Berikut beberapa obat nyeri sendi yang dapat dikonsumsi.

1. Aspirin
Aspirin menjadi salah satu obat yang dapat mengobati rasa sakit, nyeri, dan peradangan. Aspirin termasuk dalam golongan Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS). Cara kerja aspirin adalah obat ini akan menghambat enzim yang memproduksi dan mengatur kerja senyawa prostaglandin.

Prostaglandin adalah senyawa yang menyebabkan rasa sakit, nyeri, dan peradangan. Obat dengan kandungan asam asetilsalisilat atau asetosal ini dapat dibeli di apotek.

2. Injeksi Hyaluronic Acid
Sendi memiliki cairan yang mengandung zat hyaluronan yang bekerja sebagai pelumas sendi juga pelindung sendi sehingga sendi dapat bekerja dengan baik.

Jika terjadi masalah pada cairan ini, injeksi hyaluronic acid dapat dilakukan. Dengan menyuntikkan zat ini ke dalam persendian bisa meringankan rasa sakit pada sendi.

Dibutuhkan waktu 4-12 minggu untuk merasakan efek dari injeksi ini. Rasa nyeri juga akan hilang dan bertahan hingga beberapa bulan setelah melakukan injeksi hyaluronic acid. Efek samping yang ditimbulkan adalah rasa sakit di daerah bekan suntikan.

3. Naproxen
Naproxen dengan kandungan 220 mg, Naproxen adalah salah satu obat nyeri sendi yang dijual bebas di apotek. Cara kerja Naproxen sama dengan cara kerja aspirin yaitu dengan menghambat produksi prostaglandin.

Naproxen tidak terlalu dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui kecuali sudah diberikan resep dokter. Obat ini memiliki efek samping antara lain, haus berlebih, konstipasi, buang gas, sakit kepala, pusing, masalah pendengaran, dan sulit tidur.

4. Ibuprofen
Ibuprofen biasa digunakan untuk meredakan nyeri dan memiliki efek anti radang. Setelah mengonsumsi ibuprofen, keluhan seperti rasa nyeri, bengkak, gejala radang, dan demam akan mereda.

Ibuprofen dengan kandungan 200 mg per tabletnya dijual bebas di apotek. Ibuprofen juga tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirop sehingga bisa memilih bentuk mana yang lebih mudah dicerna.

5. Acetaminophen
Acetaminophen biasa dikenal juga sebagai paracetamol dan termasuk golongan obat pereda nyeri. Obat ini tidak memerlukan resep dokter dan dapat dengan mudah ditemukan di apotek.

Acetaminophen tersedia dalam beberapa bentuk yaitu, kapsul, cairan, obat tetes, tablet, dan salep. Penggunaan obat ini dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang dan memiliki efek samping seperti ruam dan sakit kepala.

6. Diclofenac Topical
Diclofenac topical memiliki fungsi untuk meredakan nyeri dan peradangan, salah satunya adalah nyeri sendi akibat radang sendi (artritis). Obat ini dapat dibeli di apotek maupun dengan resep dokter dengan dosis 1%, 1,3%, 1,5%, dan 2%.

Beberapa efek samping jika mengonsumsi obat ini adalah sakit perut, konstipasi, iritasi kulit, dan pusing.

7. Hydrocortisone
Hydrocortisone adalah obat nyeri sendi hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Obat ini dapat diinjeksikan kepada pasien sebanyak 3-4 kali setahun. Efek samping yang akan dirasakan adalah reaksi pada bagian injeksi dan rasa sakit di sekitar bagian yang nyeri selama 24 jam maksimal.

8. Triamcinolone
Triamcinolone juga merupakan obat yang bisa meredakan rasa nyeri dengan cara diinjeksikan kepada pasien. Obat ini dapat diinjeksi sebanyak 3-4 kali setahun.

Sama dengan obat injeksi lainnya, Triamcinoloce memiliki efek samping berupa reaksi di daerah injeksi dan rasa sakit di sekitar bagian yang nyeri selama 24 jam maksimal.

9. Methylprednisolone
Methylprednisolone adalah obat pereda rasa nyeri dengan jenis injeksi lainnya. Obat ini juga dapat diinjeksikan sebanyak 3-4 kali setahun dengan efek samping yang sama, yaitu reaksi ngilu di bagian injeksi. Efek samping lainnya adalah rasa sakit di sekitar bagian yang nyeri selama 24 jam maksimal.

10. Tramadol
Tramadol adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat. Maka dari itu obat ini hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Obat ini memiliki efek samping seperti rasa ngantuk, gugup, gemetar, sakit kepala, otot yang kaku, dan mulut yang terasa kering.

11. Capsaicin
Capsaicin sering digunakan sebagai obat untuk mengurangi nyeri karena memiliki khasiat sebagai anti nyeri. Obat yang memiliki capsaicin di dalamnya biasanya adalah obat oles. Obat ini dioleskan ke bagian yang nyeri dan akan memberikan sensasi hangat hingga meredakan rasa sakitnya.

12. Naproxen Sodium
Naproxen sodium serupa dengan naproxen. Naproxen sodium dapat diserap lebih cepat oleh tubuh. Sehingga dapat meredakan rasa nyeri dengan lebih cepat.

Itulah beberapa obat nyeri sendi yang dapat dijadikan referensi. Tetap jaga kesehatan sendi dengan meminum vitamin untuk sendi dan sampai salah memilih pengobatan, ya!




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "12 Obat Nyeri Sendi yang Ampuh, Bisa Ditemukan di Apotek"