Hagia Sophia

06 May 2023

Pakar Epidemiologi: Kasus COVID-19 Varian Arcturus di RI Diperkirakan Sampai 5 Ribu

COVID-19 di Indonesia. (Foto: Grandyos Zafna)

Ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Iwan Ariawan memprediksi kasus harian COVID-19 Indonesia di puncak Arcturus berada di 5 ribu kasus. Tren kematian dan keterisian bed pasien atau (BOR) COVID-19 diyakininya tidak melampaui puncak kasus gelombang sebelumnya.

Hal ini dikarenakan hampir seluruh warga Indonesia memiliki antibodi COVID-19. Meski begitu, kasus kematian yang kembali merangkak naik menunjukkan titer antibodi pada sejumlah masyarakat terbilang rendah, terlebih pada mereka yang belum melanjutkan vaksinasi booster.

"Menurut kami sih kasusnya akan naik tapi kenaikan gejala berat dan kematian itu tidak akan banyak, sebetulnya Arcturus itu kan masih Omicron juga ya, yang memang fatalitasnya itu masih sama seperti Omicron," terangnya, saat dihubungi Jumat (5/5/2023).

Kenaikan BOR di RS

Kementerian Kesehatan RI sebelumnya mencatat terjadi kenaikan BOR di RS yakni secara nasional berada di 8,01 persen. Angka tersebut menurut Iwan masih jauh dari level mengkhawatirkan, yang menjadi 'alert' jika tren BOR COVID-19 kembali melonjak di 60 hingga 80 persen.

"Jadi sebetulnya BOR juga masih dalam batas aman, RS juga sudah mengurangi kapasitas untuk pasien COVID-19 kan," katanya.

Meski situasi sudah jauh lebih terkendali, Iwan mengimbau masyarakat tidak lantas mengabaikan protokol kesehatan. Laporan kasus kematian kembali di angka 30-an harus menjadi perhatian bersama untuk menyelesaikan kebutuhan vaksinasi COVID-19 booster.

Banyak dari mereka yang meninggal di gelombang Arcturus adalah lansia, pengidap komorbid, dan orang yang belum menerima vaksinasi booster.

"Pada usia dewasa itu sama terutama yang belum vaksin dua kali atau booster,
dari hasil analisis di kita itu kelihatan sekali, antibodi tertinggi itu terjadi pada orang yang sudah vaksinasi sampai dengan booster," terang dia.

Prediksi Puncak

Kemenkes RI sebelumnya memprediksi puncak kasus akan terjadi dalam dua pekan mendatang. Kemungkinan akan melampaui 3 ribu kasus per hari.

"Saya belum menghitung secara rinci, kemungkinan puncaknya bisa 5 ribu per hari, waktunya biasanya sih, dari kasus mulai naik dua minggu setelah libur panjang pergerakan masif, kemudian puncaknya biasanya 2 minggu lagi," pungkas dia.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasus COVID Arcturus Diprediksi Tembus 5 Ribu, Kematian Terbanyak di Kelompok ini"