Hagia Sophia

08 June 2023

BPOM Temukan Sejumlah Obat Ilegal Dijual Secara Online dan Berisiko

BPOM mengungkap sejumlah obat dan produk ilegal berbahaya bagi jantung. (Foto: Averus Al Kautsar/detikHealth)

Lagi-lagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menemukan sejumlah produk ilegal dijual bebas di marketplace. Bahkan, ada sejumlah akun yang dengan sengaja mencantumkan label 'apotek resmi' dalam penjualannya, sehingga mengelabui para konsumen.

Efek yang ditimbulkan akibat pemakaian produk ilegal bisa berujung fatal sampai kematian. Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut berdasarkan patroli tim yang dilakukan 10 Mei 2023, ada 700 jenis dan 23 ribu buah yang dijual secara ilegal.

Nilai jualnya mencapai Rp 10 miliar. Apa saja yang ditemukan?

"Ditemukan berbagai produk, obat, makanan, ilegal dan membahayakan masyarakat sampai mencapai lebih dari 10 ribu paket, ada obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, pangan, obat khusus lelaki seperti viagra dan lain-lain," beber Penny dalam konferensi pers Selasa (7/6/2023).

"Ada juga obat pelangsing ilegal mengandung sibutramin, golongan obat keras, yang jika diminum tanpa resep dokter efeknya bisa serangan jantung, sesak napas, halusinasi, dan lain-lain," terang dia.

Adapula kosmetik yang dijual mengandung bahan semacam anestesi, yang tentu tidak boleh berada di dalam produk tersebut. Pelaku kini sudah ditahan dengan ancaman denda 1,5 miliar rupiah dan penjara 15 tahun lamanya.

"Sudah dilakukan gelar perkara penetapan tersangka 11 Mei kemarin," tuturnya.

"Barang bukti yang ditemukan dan petunjuk yang ada, sehingga bisa ditahan di rutan salemba oleh bareskrim polri," pungkasnya.

Penny mengimbau agar masyarakat selalu mengecek izin edar produk yang dijual di lapak online, bisa melalui website resmi BPOM. Termasuk keterangan mengantongi izin dari Kemenkes RI dalam penyelenggara sistem elektronik farmasi.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Marak Obat-Makanan Ilegal Dijual Online, Ada Pelangsing Berisiko Serangan Jantung"