Hagia Sophia

08 June 2023

Mengenal Biduran, Gejala dan Pengobatannya Baik Secara Medis ataupun Herbal

Ilustrasi biduran. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kwangmoozaa

Biduran, atau dalam bahasa medis dikenal dengan istilah "urtikaria", merupakan jenis penyakit kulit yang ditandai dengan ruam, bentol-bentol berwarna kemerahan, dan rasa gatal.

Penyakit ini ada yang bersifat akut atau hanya terjadi sesaat, namun ada juga yang sifatnya kronis berkepanjangan dan sewaktu-waktu akan kambuh. Biduran dapat muncul di seluruh bagian tubuh mulai dari tangan, kaki, perut, dan sebagainya.

Lantas, apa penyebab biduran? Bagaimana cara mengobati dan mencegahnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab Biduran

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, penyebab biduran yang paling utama adalah karena terpapar dengan faktor pemicu alergi (alergen).

Saat hal itu terjadi, tubuh akan melepaskan senyawa kimia bernama histamin ke dalam darah. Inilah yang kemudian menyebabkan reaksi kulit berupa ruam dan rasa gatal.

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi penyebab biduran:
  • Terdapat kontak dengan penyebab atau pemicu alergi, misalnya bulu binatang dan lateks
  • Konsumsi makanan alergen, seperti kacang, coklat, makanan laut, telur, gandum, dan susu
  • Konsumsi obat-obatan yang bisa menimbulkan efek samping biduran/urtikaria
  • Zat adiktif atau bahan tambahan dan makanan seperti pemanis, pengawet, penguat rasa, pewarna, dan lain sebagainya
  • Infeksi, seperti hepatitis dan demam kelenjar
  • Terkena gigitan serangga
  • Pengaruh faktor lingkungan, seperti cuaca panas, cuaca dingin, terkena air yang kurang bersih, atau karena sengatan sinar matahari.
Gejala Biduran

Dilansir dari Penn Medicine, berikut adalah beberapa gejala biduran:
  • Munculnya rasa gatal pada tubuh
  • Adanya pembengkakan pada permukaan kulit yang membentuk bilur berwarna merah atau sesuai warna kulit dengan tepi yang jelas (bentol-bentol)
  • Benjolan tersebut bisa menjadi lebih besar, menyebar, dan tergabung membentuk benjolan yang lebih luas.
  • Bentol-bentol itu sering berubah bentuk, menghilang, dan muncul kembali dalam hitungan menit atau jam (kambuhan)
  • Jika muncul rasa gatal di area kulit yang ditekan atau disentuh (gejala biduran jenis dermatografia urtikaria)
Meskipun pada umumnya gejala biduran cukup ringan, tetapi pada kasus tertentu, biduran juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi serius, sebagai berikut:
  • Anafilaksis, yakni reaksi alergi parah yang terjadi di seluruh tubuh ang memungkinkan tubuh kesulitan bernapas
  • Pembengkakan di area tenggorokan yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran napas yang membahayakan nyawa
Jika mengalami komplikasi serius di atas, segeralah mencari pertolongan medis.

Cara Mencegah Biduran

Dilansir dari Medical News Today, berikut ini adalah cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit biduran.
  • Memilih produk sabun, krim kulit, dan deterjen yang lembut dan bebas pewangi (free fragrance)
  • Jika penyebab biduran adalah serbuk sari, maka gunakanlah antihistamin (obat pereda gejala reaksi alergi)
  • Mencatat semua kemungkinan pemicu alergi (alergen) pada tubuh kita
  • Melakukan meditasi atau teknis relaksasi lainnya untuk menghilangkan stres
  • Mencatat makanan yang dapat memicu reaksi alergi seperti susu, telur, kedelai, gandum, seafood, dan lain sebagainya.
  • Berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis dan obat-obatan adalah pencegahan yang paling pas
Cara Mengobati Biduran secara Medis

Dikutip dari laman Healthline, langkah pertama untuk mengatasi biduran adalah dengan pemeriksaan fisik.

Dokter mungkin juga akan melakukan tes darah atau tes kulit untuk menentukan apa yang menjadi penyebab biduran, terutama bila biduran terjadi karena reaksi alergi.

Berikut adalah cara mengobati biduran yang mungkin direkomendasikan oleh dokter:
  • Mengkonsumsi obat antihistamin, seperti diphenhydramine atau cetirizine
  • Menghindari iritasi di area yang gatal
  • Menghindari air panas yang dapat memperparah rasa gatal
  • Mandi air dingin dengan campuran oatmeal koloid atau baking soda
Cara Mengobati Biduran secara Herbal (Tradisional)

Mengutip buku 'Pengobatan Tradisional Pada Masyarakat Pedesaan Daerah Jawa Tengah' oleh Soegeng Reksodiharjo, dkk., berikut adalah beberapa cara mengobati biduran secara herbal dan tradisional:
  • Mengoleskan minyak kayu putih yang dicampur menthol crystal dan digosokkan pada kulit yang gatal
  • Menggunakan abu dari dapur yang masih panas yang dibungkus dengan kain dan digosokkan pada bagian yang terkena biduran
  • Melumaskan empu kunir dan asam kawak yang ditumbuk halus ke area biduran
  • Minum jamu dari rebusan daun remujung sebanyak 20 helai
  • Minum ramuan tradisional dari campuran daun meniran sebanyak sendok teh dan air satu gelas yang direbus selama 10 menit.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penyebab Biduran, Gejala, Pencegahan, serta Cara Pengobatan Medis dan Herbal"