Hagia Sophia

12 June 2023

Kasus Virus Pernapasan Melonjak Cepat di Negara Ini, Banyak Anak Masuk ICU

Ilustrasi anak dirawat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff)

Chili dilanda wabah virus pernapasan syncytial (RSV) paling parah dalam beberapa tahun. Dilaporkan empat bayi tewas dan beban kapasitas unit perawatan intensif anak (ICU) meningkat.

Yessenia Sanchez, ibu dari salah satu bayi yang meninggal, mengatakan dia menunggu ambulans dari jam 8 pagi hingga pukul 10 malam waktu setempat untuk memindahkan bayinya ke ICU.

"Saat itu bayi saya mengalami dua serangan jantung," kata Sanchez, yang berasal dari Quilpe di wilayah metropolitan Valparaiso.

Sebuah laporan dari Kementerian Kesehatan Chili pada hari Jumat menunjukkan bahwa rata-rata kapasitas tempat tidur ICU anak di negara tersebut telah mencapai 94 persen.

"Meskipun (RSV) belakangan melonjak, sebenarnya kami menghadapi salah satu wabah terbesar dalam beberapa tahun," kata Menteri Kesehatan Ximena Aguilera, seraya menambahkan bahwa anak-anak di bawah usia 1 tahun adalah yang paling berisiko.

"Keparahan wabah ini terkait dengan rendahnya testing virus lain selama pandemi COVID-19," katanya.

"Ada situasi imunologi yang berbeda sekarang, kerentanan yang lebih besar, dan itu membuat kita memiliki sirkulasi virus yang luar biasa tinggi," kata Aguilera.

Situasi ini juga biasanya diperparah di Santiago karena polusi udara yang intens di kota yang terletak di cekungan yang dikelilingi perbukitan.

RSV adalah penyebab tersering bronchiolitis dan pneumonia pada anak-anak di bawah usia 1 tahun dan mengakibatkan sakit yang cukup parah. Dan untuk bayi di bawah 6 bulan, virus ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Pada beberapa kasus, anak harus dirawat di rumah sakit karena virus ini.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wabah Virus Pernapasan Meroket di Negara Ini, Banyak Anak Dirawat di ICU"