Hagia Sophia

10 June 2023

Mengenal Migrain, Penyebab dan Pengobatannya

Ilustrasi migrain. Foto: iStock

Migrain adalah sakit kepala yang terjadi di satu sisi hingga terasa nyeri dan berdenyut. Penyebab utama migrain belum diketahui, namun kondisi ini terkait dengan gangguan saraf dalam otak.

Nyeri kepala migrain biasanya disertai mual, muntah, peningkatan sensitivitas terhadap suara serta cahaya. Migrain bisa muncul setiap saat dengan durasi waktu tertentu yang bisa mengganggu aktivitas.

Penyebab Migrain

Sakit kepala migrain berhubungan dengan aktivitas otak yang tidak normal. Dikutip dari Medline Plus, kondisi ini bisa dipicu banyak hal dengan rantai kejadian yang belum diketahui.

Sebagian besar ahli medis percaya migrain dimulai di otak dan melibatkan jalur saraf dan bahan kimia. Kondisi ini memengaruhi aliran darah di otak dan jaringan di sekitarnya.

Penyebab migrain memang belum diketahui, namun ada beberapa hal yang memicunya yaitu:
  1. Banyak minum yang mengandung kafein
  2. Perubahan kadar hormon selama siklus menstruasi wanita atau dengan penggunaan pil KB
  3. Perubahan pola tidur, seperti kurang tidur
  4. Minum alkohol
  5. Olahraga atau stres fisik lainnya
  6. Suara keras atau lampu terang. Lampu terang atau berkedip dapat menyebabkan migrain, begitu juga dengan suara keras.
  7. Makanan yang terlewatkan
  8. Bau yang kuat, seperti parfum, pengencer cat.
  9. Merokok atau paparan asap, dapat memicu migrain pada beberapa orang.
  10. Stres dan kecemasan, dampak emosional, misalnya merasa stres berlebih, depresi, burnout, atau terlalu bahagia.
Migrain juga bisa dipicu oleh makanan tertentu. Yang paling umum adalah:
Cokelat
  • Makanan susu, terutama keju tertentu
  • Makanan dengan monosodium glutamat (MSG)
  • Makanan dengan tyramine, yang meliputi anggur merah, keju tua, ikan asap, hati ayam, buah ara, dan kacang-kacangan tertentu
  • Buah-buahan (alpukat, pisang, buah jeruk)
  • Daging yang mengandung nitrat (bacon, hot dog, salami, daging yang diawetkan)
  • Bawang
  • Kacang tanah dan kacang-kacangan dan biji-bijian lainnya
  • Makanan olahan, fermentasi, acar, atau diasinkan

Gejala Migrain

Dikutip dari Mayo Clinic, migrain bisa berkembang melalui empat tahap, yaitu prodrome, aura, serangan (attack), dan post-drome. Namun, tidak semua orang yang mengalami migrain melewati semua tahapan ini.

1. Prodromal
Tahapan gejala ini terjadi satu atau dua hari sebelum migrain muncul. Gejala migrain ini meliputi:
  • Sembelit
  • Perubahan suasana hati, dari depresi menjadi euforia
  • Mengidam makanan
  • Leher kaku
  • Peningkatan buang air kecil
  • Retensi cairan
  • Sering menguap.
2. Aura
Gejala ini bersifat reversibel dari sistem saraf yang mempengaruhi visual dan gangguan lainnya. Setiap gejala biasanya muncul secara bertahap dan bisa berlangsung hingga 60 menit. Gejala yang muncul yakni:
  • Fenomena visual, seperti melihat berbagai bentuk, titik terang atau kilatan cahaya
  • Kehilangan penglihatan
  • Sensasi tertusuk jarum di lengan atau kaki
  • Kelemahan atau mati rasa di wajah atau satu sisi tubuh
  • Kesulitan berbicara.
3. Serangan (attack)
Migrain biasanya berlangsung dari 4 hingga 72 jam dengan intensitas bervariasi. Gejala yang muncul pada tahap ini adalah:
  • Nyeri biasanya di satu sisi kepala, tetapi sering di kedua sisi
  • Nyeri yang berdenyut atau berdenyut
  • Kepekaan terhadap cahaya, suara, dan terkadang bau dan sentuhan
  • Mual dan muntah.
4. Pasca drome
Setelah serangan, seseorang mungkin akan merasa lelah, bingung, dan pusing hingga satu hari. Pada tahap ini, beberapa kasus dilaporkan membaik. Tetapi, gerakan kepala tiba-tiba bisa menimbulkan rasa sakit meski sebentar.

Pengobatan Migrain

Ada beberapa pengobatan migrain yang bisa digunakan untuk meredakan rasa sakit di kepala. Pengobatan disesuaikan dengan usia, frekuensi, tingkat keparahan gejala, hingga kondisi kesehatan lain yang diidap. Berikut pengobatan yang bisa dipilih:
  • Obat pereda nyeri, seperti paracetamol, aspirin, dan ibuprofen
  • Obat-obatan triptan, seperti sumatriptan dan rizatriptan yang merupakan obat resep yang bertugas untuk menghalangi sinyal rasa sakit masuk ke otak
  • Obat anti mual, seperti chlorpromazine, metoclopramide, dan prochlorperazine yang digunakan bersamaan dengan obat pereda rasa nyeri
  • Obat opioid, obat ini hanya bisa diberikan dengan resep dokter.
Pengobatan yang dipilih tentunya harus sesuai saran dokter, setelah penegakan diagnosis. Penyebab migrain belum diketahui, karena itu jika Detikers merasakan gejalanya wajib segera konsultasi ke dokter.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penyebab Migrain serta Gejala, hingga Pengobatannya"