Hagia Sophia

11 July 2023

Beberapa Gejala Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai

Foto: shutterstock

Kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang pada sel-sel di leher rahim. Dalam banyak kasus, kanker ini disebabkan oleh infeksi dari berbagai jenis human papilomavirus (HPV).

Kanker serviks merupakan jenis kanker kedua terbanyak di dunia bagi perempuan. Menurut data Globocan pada 2021, di Indonesia tercatat sebanyak 36.633 kasus kanker serviks yang telah menyerang wanita.

Sayangnya, banyak perempuan yang kurang sadar akan kanker serviks. Terlebih, kanker ini baru menunjukkan gejalanya setelah 15 sampai 20 tahun usai pertama kali terpapar.

Oleh sebab itu, detikers perlu tahu sejumlah gejala kanker serviks stadium awal. Apa saja gejalanya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

9 Gejala Kanker Serviks Stadium Awal

Kanker serviks stadium awal merupakan jenis kanker yang masih berkembang di leher rahim. Artinya, pertumbuhan sel kanker masih relatif kecil sehingga belum dikategorikan sebagai kanker ganas.

Akan tetapi, kamu tak bisa anggap sepele kanker serviks stadium awal. Sebab, jika tak segera ditangani dengan cepat maka kanker bisa tumbuh dan menyebar ke organ tubuh lainnya.

Dilansir situs National Cancer Institute, berikut sembilan gejala kanker serviks stadium awal yang wajib diwaspadai.
  1. Pendarahan pada vagina setelah berhubungan seksual.
  2. Terjadi pendarahan di luar jadwal haid atau setelah menopause.
  3. Siklus menstruasi tidak teratur.
  4. Terjadi keputihan dengan bau yang menyengat, tekstur kental, dan terkadang disertai flek.
  5. Terasa nyeri di bagian panggul.
  6. Vagina terasa sakit ketika berhubungan seksual.
  7. Badan mudah merasa lelah.
  8. Nafsu makan mulai menghilang.
  9. Salah satu kaki membengkak.
Faktor Risiko Kanker Serviks

Setelah mengetahui sembilan gejala kanker serviks stadium awal, kini detikers perlu memahami apa saja faktor risiko kanker serviks. Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, berikut faktor risiko kanker serviks.
  1. Memulai hubungan seksual pada usia muda, yakni kurang dari 20 tahun.
  2. Sering berganti-ganti pasangan seksual.
  3. Berhubungan intim dengan laki-laki yang sering berganti pasangan.
  4. Adanya riwayat infeksi di area kelamin atau radang panggul.
  5. Perempuan yang merupakan perokok aktif dan perokok pasif. Dalam sebuah studi, perokok aktif berisiko 2,5 kali lebih besar terkena kanker serviks, sementera perokok pasif risikonya 1,4 kali lebih besar.
Cara Mencegah Kanker Serviks

Ada sejumlah cara untuk mencegah kanker serviks sejak dini, salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat secara teratur. Selain itu, konsumsi juga makanan yang sehat dan bergizi, yakni sebagai berikut:

1. Vitamin A, C, E, dan Kalsium
Vitamin A, C, dan E mengandung antioksidan yang dapat melindungi sel di tubuh dari radikal bebas. Dari hasil penelitian oleh International Journal of Gynaecologic Cancer, pasien yang rutin mengkonsumsi multivitamin memiliki risiko kanker serviks yang lebih rendah.

Selain itu, dianjurkan juga perbanyak konsumsi kalsium untuk meningkatkan imunitas tubuh, sehingga tidak mudah terkena virus dan infeksi.

2. Asam Folat
Mengkonsumsi makanan yang kaya akan asam folat diyakini dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Asam folat dipercaya dapat menurunkan kadar homosistein, yakni zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel abnormal pada leher rahim.

3. Antioksidan
Selain vitamin, kalsium, dan asam folat, perbanyak juga mengkonsumsi makanan yang kaya antioksidan, seperti jeruk, paprika, salmon, hingga lemak ikan. Makanan yang kaya antioksidan diyakini dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker di rahim.

4. Polifenol dan Flavonoid
Kanker serviks juga dapat dicegah dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung polifenol dan flavonoid, di antaranya teh hijau, anggur merah, cokelat, tomat, paprika hijau, hingga minyak zaitun.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan vaksinasi HPV. Sebagai informasi, vaksin HPV dapat membantu melindungi tubuh dari jenis virus HPV tertentu yang dapat menyebabkan kanker atau kutil kelamin. Dalam 80 persen kasus kanker serviks, umumnya pasien menderita virus HPV tipe 16 dan 18.

Apakah Kanker Serviks Bisa Disembuhkan?

Mungkin di antara detikers ada yang bertanya-tanya, apakah kanker serviks bisa disembuhkan? Jawabannya bisa. Tetapi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Menurut spesialis dermatologi venereologi, dr Amelia Setiawati Soebyanto, SpDV, mengatakan bahwa kanker serviks masih bisa disembuhkan, asalkan jika segera ditangani secara cepat sejak dini.

"Lebih besar (kemungkinan sembuh) kalau dideteksi dini. Jadi nggak harus sampai diangkat rahimnya karena kalau diangkat rahimnya kan nanti kita nggak punya anak," ujarnya dalam wawancara dengan detikhealth beberapa waktu lalu.

"Kalau masih di stadium dini mungkin diambil dikit aja atau diradiasi seperti kanker kebanyakan dia akan sembuh, tapi tetap dengan observasi ketat karena dia bisa aja kambuh pas imunnya turun," lanjutnya.

Dilansir situs Cancer Council, saat kanker serviks stadium awal, sel-sel kanker hanya ditemukan di sekitar leher rahim. Apabila sudah masuk stadium 4, maka sel kanker bisa menyebar ke organ tubuh lainnya seperti paru-paru, hati, hingga tulang.

Itu dia penjelasan mengenai sembilan gejala kanker serviks stadium awal yang perlu diwaspadai. So, cegah kanker serviks sejak dini dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, jaga asupan makanan, dan rutin olahraga!


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ini 9 Gejala Kanker Serviks Stadium Awal yang Harus Diwaspadai"