Hagia Sophia

09 August 2023

Kasus COVID-19 Kembali Meningkat di Inggris, 'Barbenheimer' Jadi Pemicunya?

Foto: Dok. Warner Bros

Warga Inggris kini tengah geger akibat merebaknya varian Corona baru yang disebut sebagai varian Eris, atau EG.5.1. Muncul dugaan, kenaikan jumlah kasus COVID-19 yang terjadi kini dipicu oleh penyebaran varian baru tersebut.

Varian ini pertama kali teridentifikasi pada 31 Juli 2023. Para peneliti melaporkan, pada 4 Juli 2023, sudah ada setidaknya 606.656 kasus COVID-19 dengan infeksi varian Eris.

Hingga kini, varian Eris tidak tergolong ke Variant of Concern (VoC). Namun Kepala Imunisasi di Badan Keamanan Kesehatan Inggris Dr Mary Ramsay menegaskan, pihaknya terus mewaspadai risiko lonjakan kasus COVID-19 akibat varian ini.

Walaupun menurut Studi Kesehatan Zoe, gejala COVID-1 varian Eris tidak akan berbeda jauh dari gejala akibat infeksi varian Omicron seperti sakit tenggorokan pilek, dan batuk. Bedanya, pada pasien COVID-19 dengan infeksi varian Eris, gejala berupa sesak napas, kehilangan penciuman, dan demam tidak menjadi gejala utama.

Seorang ahli virologi di Warwick University, Profesor Lawrence Young, menyebut ada kemungkinan kenaikan kasus COVID-19 yang terjadi kini dipicu oleh film Barbie dan Oppenheimer yang sedang tayang di bioskop.

Pasalnya, orang beramai-ramai bepergian ke bioskop untuk menyaksikan kedua film tersebut, sehingga terjadi kerumunan dan risiko penularan virus Corona meningkat.

"Tingkat infeksi secara keseluruhan tetap rendah tetapi ini adalah peringatan yang menekankan bahwa kita tidak bisa berpuas diri dalam hal COVID. Kita perlu mengawasi munculnya varian dan waspada saat kita mempersiapkan peningkatan infeksi yang tak terhindarkan selama ini," jelasnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "'Barbenheimer' Disebut Jadi Pemicu Varian COVID Eris Meledak di Inggris"