Hagia Sophia

09 August 2023

Bukan Hanya Dewasa, Anak-anak Juga Rentan Alami Masalah Kesehatan Akibat Polusi Udara

Ilustrasi. (Foto: iStock)

Kondisi polusi udara yang ugal-ugalan di DKI Jakarta dan sekitarnya tidak hanya berpengaruh pada kesehatan orang dewasa. Anak-anak juga menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah kondisi kesehatan akibat polusi udara.

Dokter spesialis anak dr Novitria Dwinanda, Sp.A, Subsp. N. P. M mengatakan bahwa batuk dan pilek merupakan gejala paling umum yang dialami anak ketika terpapar polusi.

"Banyak banget pasien berobat itu ya karena batuk pilek yang nggak sembuh-sembuh gitu ya. Itu memang lagi hits di poliklinik anak ya karena penyakit saluran pernapasan tadi," kata dr Novitria ketika ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2023).

"Polusi ini bisa berdampak pada iritasi saluran pernapasan. Gejala awalnya yang pasti bisa membuat anak sering batuk berulang baik itu berdahak atau batuk kering. Terus juga pilek, sesak napas, kalau terus berlangsung lama-lama bisa menjadi demam," sambungnya.

Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut dapat membuat anak jadi susah makan sehingga nutrisi untuk tumbuh kembang menjadi terganggu.

Ia meminta orang tua tidak perlu panik terlebih dahulu apabila anak memiliki gejala paparan polusi. Adapun ia menjelaskan ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul.

"Jadi yang orang tua perlu lakukan itu pertama adalah memastikan nutrisinya benar karena makanan itu juga bisa menjadi obat. Berikan anak makanan yang benar dan susu juga bisa," katanya.

"Selain itu pastikan anak itu istirahat dan tidur yang cukup. Kalau masih di bawah 6 tahun dia masih perlu tidur siang juga dan pastikan anak nggak begadang ya. Jam 8 maksimal itu harus sudah tidur," sambungnya.

Jika gejala pada anak tidak kunjung mereda, dr Novitria meminta orang tua untuk membawa anak ke dokter agar mendapatkan perawatan terbaik.

"Apabila tidak segera sembuh maka orang tua bisa membawa anak ke dokter terdekat. Nantinya dokter yang akan memutuskan apakah anak perlu obat tambahan atau yang lainnya," ucapnya.

"Usahakan tidak membeli obat bebas di warung dulu dan lebih baik konsultasi terlebih dahulu karena dosis untuk anak itu bisa berbeda-beda sesuai berat badan dan kondisi," pungkasnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kualitas Udara Jabodetabek Jelek, Dokter Soroti Banyak Anak Batuk Gegara Polusi"