Hagia Sophia

26 September 2023

Cerita Pria yang Selamat Alami Serangan Jantung 8 Kali, Hingga Mati Suri

Ilustrasi. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Serangan jantung merupakan salah satu kondisi yang tergolong sangat mematikan. Jika terlambat mendapat penanganan, serangan jantung bisa menelan korban jiwa dalam waktu yang sangat cepat.

Itulah yang dialami oleh pria asal California, Evan Wasserstrom. Wasserstrom 'meninggal' setelah mengalami serangan jantung mendadak, tak hanya sekali, tapi delapan kali!

Awalnya, Wasserstrom merasakan sensasi terbakar pada pembuluh darah tangan kirinya. Tak hanya itu, tubuhnya mengeluarkan keringat yang sangat banyak seolah habis berenang.

"Rasanya seperti matahari membakar pembuluh darah di tangan kiriku. Keringatku juga bercucuran, seperti aku habis berenang dengan mengenakan seluruh pakaian. Itu adalah perasaan yang belum pernah aku alami sebelumnya," ujar Wasserstrom, dikutip dari New York Post, Sabtu (23/9/2023).

Ia pun langsung menghubungi petugas medis untuk mendapat pertolongan. Tenaga medis pun datang tepat di saat Wasserstrom pingsan.

Selama berada di ambulans, tim medis berusaha melakukan pertolongan dengan memberikan defibrillator sebanyak enam kali.

"Petugas paramedik mengatakan momen itu seperti pertandingan ping pong, setiap kali mereka memberi kejut, aku kembali hilang kesadaran selama 30-40 detik," ungkapnya.

Saat berada di rumah sakit, Wasserstrom mengalami kondisi mirip 'mati suri' itu sebanyak dua kali setiap dua menit. Total, ia mengalami kondisi tersebut sebanyak delapan kali.

Setelah kondisinya stabil, tim dokter langsung membawa Wasserstrom ke ruang operasi. Barulah diketahui kalau ternyata Wasserstrom mengalami serangan jantung 'widowmaker' di mana kedua pembuluh arterinya mengalami penyumbatan.

"Istilah 'widowmaker' secara sejarah berasal dari risiko penyumbatan 100 persen pada pembuluh left anterior descending (LAD), yang mana mengalirkan hampir 50 persen darah ke otot jantung," terang dr Ajay Kirtane dari New York-Presbyterian.

Setelah operasi, dokter membuat Wasserstrom mengalami koma dan memasangkannya dengan mesin ECMO untuk membantu jantungnya bekerja.

Dokter yang menangani sempat mengatakan Wasserstrom tidak akan selamat, atau setidaknya mengalami kecacatan jika berhasil bertahan hidup. Namun di luar dugaan, Wasserstrom sadar dari koma dan bisa sembuh seutuhnya.

"Teman-teman dan keluargaku berpikir kalau aku kebal, tapi aku tidak merasa demikian," imbuhnya.

"Ini adalah kehidupan, dan pada akhirnya ia akan berakhir. Hal itu tak lagi sekadar teori bagiku, karena telah menjadi bagian dari apa yang aku alami," pungkas Wasserstrom.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kisah Pria 8 Kali Serangan Jantung Nyaris Tak Selamat, Sempat Mati Suri"