Hagia Sophia

16 November 2023

Hanya Satu RS di Wilayah Gaza yang Beroperasi

RS Al-Ahli di Gaza. (Foto: Istimewa)

Saat ini hanya ada satu rumah sakit di wilayah utara Gaza yang masih beroperasi, yaitu RS Baptis Al-Ahli. Kondisi ini terjadi ketika Israel terus melakukan serangan di wilayah sekitar fasilitas-fasilitas medis di Gaza.

"Semuanya kecuali satu rumah sakit Kota Gaza dan Gaza utara dilaporkan tidak berfungsi mulai 13 November karena kurangnya listrik, bahan medis, oksigen, makanan dan air, ditambah dengan pemboman dan pertempuran di sekitar mereka," ucap pihak PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dikutip dari CNN, Rabu (15/11/2023).

Dari sekitar 30 rumah sakit dan klinik yang ada di Gaza utara, hanya ada satu yang dilaporkan bisa menerima pasien. Setidaknya ada 500 pasien yang berusaha berlindung di RS Baptis Al-Ahli.

Ahli bedah dr Al-Ahli dokter Ghassan Abu Sitta menuturkan saat ini rumah sakit tersebut menjadi yang satu-satunya masih beroperasi di Kota Gaza setelah Al-Shifa dan Al-Quds terpaksa tutup hampir seutuhnya.

Ghassan mengatakan rumah sakit Baptis Al-Ahli hanya memiliki dua ruang operasi, tiga dokter bedah, dan persediaan anestesi yang sangat sedikit untuk merawat korban luka yang jumlahnya terus bertambah.

"Kami mulai menerima korban luka, awalnya karena serangan udara, namun hari ini juga karena luka akibat penembak jitu. Kami memiliki lebih dari 500 orang terluka di rumah sakit," ujar Ghassan.

"Kami melakukan prosedur sehari-hari tanpa anestesi. Kami berusaha menyimpannya untuk prosedur yang paling darurat untuk menyelamatkan nyawa," sambungnya.

Ia menuturkan walaupun RS Al-Ahli tidak dikepung secara fisik, suara ledakan hingga bangunan berguncang masih terus terasa. Rumah sakit ini juga masih memiliki akses terhadap air mengalir dan makanan yang dibawa ambulans.

"Setelah RS Al-Shifa kolaps, kami mengubah halaman rumah sakit menjadi rumah sakit lapangan," pungkasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Hanya Satu RS yang Beroperasi di Gaza, Rawat 500 Korban Serangan Israel"