Hagia Sophia

17 January 2024

Sempat Dapat Sertifikat Bebas Polio, Kini KLB Polio Muncul Lagi

Ilustrasi polio. (Foto: Getty Images/iStockphoto/anilakkus)

Penyakit polio lagi-lagi menghantui anak-anak di Indonesia. Padahal Indonesia sempat mendapat Serfifikat Bebas Polio pada tahun 2014 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saraf. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen hingga kematian, namun penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan imunisasi polio.

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyebut dua provinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) polio pada 29 Desember 2023. Total ada tiga kasus polio di dua provinsi tersebut.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr Maxi Rein Rondonuwu, memperoleh Sertifikat Bebas Polio bukan berarti Indonesia langsung bebas dari risiko penularan polio.

"Bebas polio sekali lagi bukan berarti bebas risiko penularan polio," ujar dr Maxi dalam konferensi pers daring, Jumat (12/1/2024).

Melihat kemunculan kembali kasus polio, Kemenkes bakal menggelar Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio atau Sub PIN Polio secara serentak mulai 15 Januari 2024.

Sub PIN Polio ini menargetkan anak berusia 0 sampai 7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Artinya, meski status imunisasi sudah lengkap, anak tetap harus mengikuti program Sub PIN Polio.

"Target cakupan sekurang-kurangnya adalah 95% untuk masing-masing putaran dan merata di setiap tingkatkan, mulai dari desa, kecamatan, sampai kabupaten," ucapnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sempat 'Mati Suri', KLB Polio Muncul Lagi Hantui Anak-anak di RI"